Breaking News
empowering women
empowering women Foto: petersflowers

Sadar, Tapi Tak Berubah

Dalam kehidupan pernikahan, persoalan datang bukan selalu dari hal-hal yang tidak disadari. Bahkan banyak masalah yang munculnya dari hal-hal yang disadari oleh suami dan istri.

Meskipun disadari, namun tetap saja terulang lagi dan terulang lagi.

1. Sadar, bahwa dalam hubungan mereka mudah tersulut konflik, namun tetap saja mudah konflik.

Hanya karena hal-hal sederhana dan sepele, membuat suami dan istri terlibat cekcok serta konflik. Banyak konflik tidak produktif dan tidak semestinya terjadi dalam keluarga mereka.

2. Sadar, bahwa dalam hubungan mereka sering salah paham, namun tetap saja salah paham

Setiap pembicaraan dan komunikasi, tidak berujung kepada pengertian, namun justru menimbulkan kesalahpahaman. Akhirnya membuat mereka malas berkomunikasi.

3. Sadar, bahwa dalam hubungan mereka tidak ada yang mau mengalah, namun tetap saja tidak mau mengalah

Setiap muncul gejala konflik atau masalah, selalu berujung pertengkaran yang tidak mudah dilerai, karena tidak ada yang mau mengalah. Keduanya merasa heran, mengapa pasangannya tidak pernah mau mengalah.

4. Sadar, bahwa dalam hubungan mereka selalu merasa benar, namun tetap saja selalu menyalahkan pasangan.

Suami dan istri selalu menganggap dirinyalah yang benar, dan pasangannya berada di pihak yang salah. Keduanya merasa heran, mengapa pasangannya tidak pernah merasa bersalah.

5. Sadar, bahwa dalam hubungan mereka kurang komunikasi yang melegakan hati, namun tetap saja tidak mau berkomunikasi

Karena merasa sibuk, karena merasa lelah, akhirnya suami dan istri memilih saling diam. Tidak ada komunikasi. Padahal mereka tahu, ini yang menyebabkan banyak masalah menumpuk setiap hari.

Itu semua, yang disebut sebagai “gejala pembiaran”. Sadar, namun dibiarkan. []

Sumber: Cahyadi Takariawan



Artikel Terkait :

About Laras Setiani

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan