Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Adab Tidur menurut Islam

0

Rasulullah SAW selalu memperlakukan tidur memakai etika yang sangat baik. Dalam hadits Barra bin ‘Azib ra, “Rasulullah SAW bersabda, Jika kalian hendak tidur di pembaringan, berwudhulah seperti wudhu untuk shalat. Kemudian berbaringlah kamu dengan berbaring di lambung kananmu.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Pada hadits tersebut memberikan pengajaran untuk umat Islam agar berbaring atau tidur di lambung kanan yang ternyata kini juga di dukung dengan beberapa penelitian dari para ilmuwan mengenai posisi tidur tersebut. 

Selain posisi tidur berikut sunnah Rasulullah SAW mengenai tidur,

1. Mengibaskan Tempat Tidur

Selain itu mengibaskan tempat tidur atau membersihkan tempat tidur dari kotoran juga hendaknya dilakukan saat akan pergi tidur. Hal ini menjadi cara tidur baik dalam Islam seperti sabda Rasulullah SAW, “Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, At-Tirmidzi No. 3401 dan Abu Dawud No. 5050)

2. Wudhu Sebelum Tidur

Wudhu sebelum tidur sangat dianjurkan dalam Islam karena memiliki nilai ibadah seperti kesehatan, mencegah kuman di permukaan kulit. Selain itu, gerakan wudhu yaitu istisnaq atau menghirup air akan mencegah terjadinya penyakit pada hidung. Selain itu, rajin berwudhu juga akan menjauhkan berbagai kuman penyakit dibandingkan mereka yang tidak berwudhu.

“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710).

3. Tidur Sesudah Sholat Isya

Apabila tidak terdapat aktivitas lainnya, Rasulullah SAW menganjurkan supaya umat muslim bisa tidur lebih cepat yakni sesudah sholat isya. Jika dilihat dari segi ibadah, orang yang tidur lebih awal tentunya akan bangun lebih awal juga dan bisa melakukan sholat malam atau tahajud sehingga nantinya akan merasakan manisnya bermunajat pada Rob dalam kesendirian.

Bahwasanya Rasulullah SAW membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” (Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235))

Sedangkan dilihat dari segi kesehatan, tidur lebih awal akan mendukung kinerja organ hati serta sumsum tulang belakang sehingga tetap dapat berjalan dengan baik. Malam hari merupakan waktu paling baik untuk organ hati supaya bisa menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh sekaligus memperbaharui sel darah yang mengalami kerusakan.

4. Tidur Dengan Keadaan Gelap

Rasulullah SAW selalu tidur dalam keadaan sekitar yang gelap seperti sabda Rasulullah SAW, “Padamkanlah lampu saat akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat rapat bejana bejana dan tutuplah makanan dan minuman. [Mutafaqun ‘alaih].

Anjuran tentang cara tidur yang baik menurut Islam ini ternyata juga akan membuat kekebalan tubuh bisa terbentuk dengan lebih optimal. Dalam keadaan yang gelap, maka pembentukan hormon melatonin yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas akan terbentuk semakin optimal.

5. Miring ke Kanan

Loading...

Al Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda, “Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan“.

Seperti sabda Rasulullah SAW, salah satu posisi tidur terbaik di dalam Islam adalah menghadap ke arah kanan yang sebelumnya juga disempurnakan dengan wudhu serta shalat.

Rasulullah SAW bersabda, “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

6.  Meletakkan Tangan Dibawah Pipi Kanan

“Rasulullah Muhammad saw apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)

7. Meletakkan Kaki Diatas Kaki Lain

Posisi tidur dengan terlentang serta satu kaki bertumpu pada kaki lainnya juga bisa dilakukan seperti yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dimana Beliau sesekali tidur dengan posisi terlentang dengan meletakkan salah satu kakinya berada diatas kaki yang lain. []

Sumber: dalamislam



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline