Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Komik sebagai Media Dakwah, Bagaimana?

0

KOMIK biasanya identik dengan cerita-cerita remaja atau kehidupan seorang nenek sihir. Tapi semua itu bisa kita ubah, komik sebagai media dakwah.

Komik tidak sekadar berisi cerita \ fiksi atau humor. Saat ini komik juga tampil sebagai media dakwah. Hal ini membawa terobosan besar untuk membumikan atau mempublikasikan hadist Nabi, sekaligus memperlihatkan makna jihad dari sudut pandang berbeda.

Di zaman sekarang, Islam memang harus diajarkan cara-cara yang baru agar sesuai dengan jiwa generasi masa kini. Salah satunya melalui komik.

Komik yang dibuat haruslah membuat pembacanya tersenyum dan tersadar . Meski berisi hadist-hadist riwayat Bukhari dan Muslim yang sering berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Membuat lebih bermakna, lebih seru dan lebih menghibur.

Mungkin ada yang berpendapat bahwa komik  dakwah  kan lebih fantasi untuk orang dewasa? Jawabannya :  tidak. Nilai yang terkandung dalam sebuah komik dakwah  tidak semata-mata sebagai hiburan, melainkan penyampaian pesan universal dari nabi melalui sabda beliau. Semua kalangan cocok mengonsumsi buku ini, baik itu anak-anak, remaja, mahasiswa, dosen, orang tua ataupun pejabat publik negeri ini. Mengapa? Tentu saja supaya sadar, sadar mengutamakan kepentingan rakyat, sadar untuk membangun negeri ini, sadar untuk memperbaiki diri dan sadar-sadar lainnya.

Buku dapat diberikan sebagai hadiah kepada anak, apalagi dalam bulan Ramadhan misalnya. Selain bermanfaat sebagai proses penanaman nilai moral kepada anak, juga membuat anak terhibur bahkan keranjingan membacanya.

Nah dalam hal ini kita perlu memerhatikan tiap aspek yang akan di sampaikan melalui media komik, memang komik menghibur tapi harus disesuaikan dengan sumber-sumber yang benar, sehingga komik yang bertujuan untuk dakwah tidak semata-mata menjadi biasa tetapi menjadi komik yang memberikan kesadaran dan bermanfaat. []

Sumber: Islampos



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline