Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Tak Mudah Jadi Orang Tua Baik, Tapi Bukan Tak Mungkin

0

Oleh: Savitry ‘Icha’ Khairunnisa

ANDAI saja “anti-bullying” menjadi kampanye nasional melibatkan semua sekolah…

Andai saja anggaran pendidikan dinaikkan sehingga guru-guru sekolah nyaman dengan pekerjaan mereka, sehingga membuat murid menjadi subjek yang layak diperhatikan dan dilindungi dan bukan sekedar objek yang harus terus digenjot nilai akademisnya…

Andai saja warnet-warnet tidak begitu mudah menyediakan games brutal dan mengumbar seksual…

Andai saja tak ada supply & demand yang begitu tinggi untuk DVD porno, apalagi versi bajakan…

Andai saja semua sekolah di Indonesia setara kualitasnya sehingga orangtua merasa nyaman dan aman memasukkan anak-anaknya ke sekolah negeri, swasta nasional atau internasional…

Andai saja para konglomerat pemilik perusahaan TV, film dan iklan lebih peduli menyuguhkan tayangan yang tak sekedar menjual haha-hihi, adegan slapstick, sinetron bersimbah darah, tangis, cinta-cintaan yang klise tak bermutu…

Andai saja kita para orangtua, para penguasa, birokrat atau siapapun dengan profesi apapun, menyadari bahwa berbagai kejadian mengerikan pada anak-anak Indonesia akhir-akhir ini bisa saja terjadi pada anak-anak, cucu, keponakan, atau sanak saudara mereka…

Andai saja pendidikan moral dan agama yang diajarkan sejak dini itu tidak bertujuan “asal bisa”, “asal paham”, tapi juga merusuk ke dalam jiwa anak-anak dan kaum muda…

Andai saja kita sebagai orangtua mau lebih mendengar dan mengurangi semburan kata-kata perintah, omelan, dan semua kekerasan verbal, psikis apalagi fisik…

***
Utopia? Mimpi di siang bolong? Terlalu idealis?

Mungkin. Tapi saya yakin saya tak sendiri. Jangan katakan saya tenang dan cuma bisa ngomong karena saya berada jauh dari semua coreng-moreng dunia pendidikan dan dunia anak tanah air. Bahaya itu adalah bahaya laten yang ada di mana saja.
Saya peduli. Saya harus peduli. Kita semua harus peduli.

Jangan pernah lengah mendidik, mengawasi dan menyayangi anak-anak kita.

Jangan serahkan pengasuhan anak pada gadget, TV, video games, atau orang lain yang tak mumpuni.

Awasi dengan siapa mereka berteman dan bergaul. Biasakan dan semangati anak-anak untuk bercerita secara jujur, tentang apapun, pada orangtuanya.

Dengarkan, dengarkan, dan dengarkan apapun curhat anak. Jangan ada yang dianggap remeh.

Loading...

Jadilah orangtua yang lebih peka pada setiap gerak-gerik dan keadaan fisik dan emosional anak.

Sabar, sabar dan lebih sabar dalam mengasuh dan mendidik anak.

Hayati semua ajaran moral dan agama hingga ke lubuk hati terdalam. Terapkan dalam kehidupan nyata, agar tak sekedar jadi retorika dan teori belaka.

Tanda tangani berbagai petisi online dan offline untuk menunjukkan dukungan kita pada tayangan mendidik, menghentikan yang tak mendidik, dan berbagai desakan pada Pemerintah untuk perbaikan aturan yang menyangkut kesejahteraan lahir dan bathin anak.

***
Jadi orang tua memang tak mudah. Jadi orang tua baik dan bertanggung jawab jelas tak mudah. Tapi bukan tak mungkin.

Pada akhirnya, keluarga, rumah, orangtua adalah benteng terkuat dan paling penting untuk melindungi anak. Maka perkuatlah benteng itu. []

Sumber: Islampos



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline