Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Mengapa Bayi Menangis saat Baru Lahir?

0

Kelahiran seorang bayi, tentu merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi sebuah keluarga – khususnya ibu dan ayah. Kebahagiaan seringkali ditandai dengan rasa syukur juga ekspresi senyum ataupun tawa.

Saat dilahirkan ke dunia, tentunya hal yang pertama kali dilakukan oleh bayi adalah menangis. Ketika bayi tidak menangis saat dilahirkan, dokter dan para perawat yang ada di ruang persalinan melakukan berbagai macam cara untuk membuat bayi menangis.

Di balik tangisan bayi itu ternyata ada beberapa manfaat, salah satunya dengan menangis bayi otomatis akan memfungsikan organ paru-paru untuk bekerja dengan baik.

Selain itu, tahukah muslimah mengapa bayi menangis saat dilahirkan? Alasannya tak lain karena dia merasa kedinginan.

Perubahan suhu 2 hingga 3 derajat lebih rendah dibanding rahim, tentu membuat bayi merasa tidak nyaman. Jadilah ia menangis. Ditambah cairan ketuban yang masih membasahi kulit dan tubuhnya semakin membuatnya kedinginan.

Dengan begitu, untuk mengurangi rasa dingin bayi ketika baru dilahirkan, disarankan untuk membungkus kepala bayi baru lahir dengan selimut.

“Perlu diketahui, suhu tubuh manusia termasuk bayi diatur oleh mekanisme persarafan yang terletak pada susunan saraf pusat atau hipotalamus,” ujar dokter spesialis anak dr. Rinaldi, Sp.A, dari RSIA Ummi, Bogor.

“Nah, kestabilan suhu atau tubuh terpelihara berkat adanya keseimbangan antara panas yang hilang dan produksi panas dari dalam tubuh,” tambah Rinaldi menjelaskan.

Prinsip ini masih sulit untuk dilakukan oleh bayi, hal itu dikarenakan pada bayi baru lahir, lemak subkutannya lebih tipis dibandingkan orang dewasa. Lemak subkutan adalah lemak yang mengumpul di beberapa bagian tubuh, seperti paha, bokong, lengan, dan sebagainya.

Selain itu, pembuluh darah bayi sangat mudah dipengaruhi oleh perubahan suhu lingkungan, serta kelenjar keringat belum berfungsi normal, sehingga mudah kehilangan panas tubuh.

Rambut, kulit, dan lapisan lemak bawah kulit bayi sebenarnya dapat membantunya untuk memertahankan suhu tubuh serta mencegah kehilangan panas tubuh.

Namun sayangnya, lapisan tersebut bergantung pada ketebalan untuk berfungsi baik dan efisien, tapi sebagian besar bayi tidak memiliki lapisan yang tebal sehingga tetap aja akan merasa kedinginan.

Dikutip dari inspiradata.com, Selama di dalam kandungan bayi hidup dalam lingkungan yang berair. Disana terdapat jalan yang menghubungkan jantung dan paru-paru untuk membantu bayi mendapatkan nutrisi dari darah ibu. Ketika baru dilahirkan, bayi mengambil napas untuk pertama kalinya melalui perubahan peredaran darah. Kondisi menangis membantu membuka sirkulasi untuk mengirim oksigen melalui paru-paru.

Tangisan pada bayi tersebut membantu membuka paru-parunya agar bisa menghirup oksigen. Dan tepukan pelan di bagian belakang tubuh bayi berguna untuk mendorong bayi agar melakukan pernafasan udara. Selain itu, menangis juga merupakan salah satu cara bayi berkomunikasi. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline