Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Mencintai dalam Diam

0

Setiap manusia yang hidup pasti akan memiliki rasa cinta. Rasa cinta adalah fitrah yang sudah wajar dimiliki dan merupakan anugerah Allah SWT. Tidak ada manusia yang ingin disakiti melainkan ingin mendapatkan rasa cinta yang mendalam dalam hidupnya.

Begitupun Allah memerintahkan manusia untuk terus memiliki rasa cinta dan kasih sayang antar sesama manusia dan khususnya sesama muslim agar terjalin rasa persaudaraan dan keluarga.

Yang menjadi berbeda adalah, tentang jatuh cinta kepada sesama manusia yaitu lawan jenis. Jatuh cinta pada lawan jenis hendaknya dipahami, bahwa ada batasan-batasan tertentu dan tidak boleh sembarangan dalam mengaktuskan rasa cinta. Jangan ucapkan cinta bila belum siap menikahinya. Mengucapkan cinta sebelum siap menikah sama dengan PHP.

Karena kamu tak pernah tau takdir jodohmu nanti seperti apa. Kamu tak pernah tau suatu ketika dia jodohmu atau bukan. Ketika mencintai seorang perempuan, baiknya kamu jaga dia, jaga kehormatannya dengan cara menjaga jarak darinya.

Boleh kamu baik padanya sewajarnya seperti teman-teman lain pada umumnya. Jangan menunjukkan bahwa kamu sedang memberikan harapan apalagi tarik ulur perasaannya.

Lebih baik siapkan diri dulu dengan baik, cari pekerjaan dulu, siapkan jasmani dan rohani serta segera targetkan kapan akan menikahinya. Ketika sudah siap, barulah kamu sampaikan niat baikmu untuk mengajak taaruf dia. Tentu harus langsung ke orangtuanya ya.

Jadi menjaga izzah nya, menjaga agar dia tak tersentuh olehmu sebelum halal itu adalah bagian dari pembuktian cintamu padanya. Kebanyakan laki-laki lebih suka PHP in perempuan dengan cara membuatnya baper & memacari mereka.

Tapi itu bukan bagian dari cinta. Itu hanya nafsu belaka. Jadi tahan dirimu sebelum halal. Tahan dirimu untuk membuatnya baper selama belum siap untuk menikahi. Jaga dia seperti kamu menjaga saudara perempuanmu sendiri.



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline