Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Penyebab Batuk Kering dan Batuk Berdahak pada Anak

0

Batuk pada anak dipicu oleh beberapa faktor, tetapi umumnya terbagi dalam dua kategori: batuk berdahak dan batuk kering. Kedua batuk ini ini memiliki penyebab dan perawatan yang berbeda, jadi penting untuk mengenali faktor pembeda ketika anak mengalami batuk, terutama jika tak kunjung sembuh.

Batuk basah, juga dikenal sebagai batuk produktif, menimbulkan dahak atau lendir. Cairan ini berasal dari saluran pernapasan, dan biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri seperti influenza, flu biasa, dan radang paru-paru.

Gejala lain seperti pilek, sakit tenggorokan dan kelelahan umumnya menyertai batuk basah anak atau balita. Anak mungkin juga mengalami tetesan postnasal, yang terasa seperti lendir mengalir di tenggorokan atau dada.

Sementara batuk kering, juga disebut batuk tidak produktif, tidak menghasilkan lendir atau dahak. ” Batuk kering biasanya disebabkan oleh iritasi pada saluran pernapasan atas baik dari kondisi sementara (eperti iritasi lingkungan, alergi, croup, atau batuk rejan atau kondisi kronis seperti asma atau GERD,” kata Hector de Leon, M.D., dokter anak untuk Kaiser Permanente di Colorado.

Karakteristiknya meliputi rasa gatal di tenggorokan dan napas berbunyi. Anak-anak juga dapat mengalami batuk kering dari sisa lendir setelah pilek atau flu, ini bisa bertahan selama berminggu-minggu.

Perawatan untuk batuk dahak atau kering tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Analisis penyebab batuk sangat menentukan jenis dan alasan di baliknya. Kunjungi dokter jika orangtua tidak yakin, atau jika anak Anda memiliki gejala yang mengkhawatirkan.

Penting untuk dicatat, bahwa orangtua tidak boleh sembarangan memberikan batuk sirup pada anak yang berusia di bawah 4 tahun. Harus melalui resep dokter dan berkonsultasi. Batuk dahak dapat berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Batuk berdahak juga bisa jadi batuk jika keadaan membaik.

Batuk berdahak pada bayi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, karena belum bisa membuang lendir sendiri. Orangtua dapat membantu membersihkan lendir dengan tetes hidung atau penyedot lendir.

Saat anak tidur, tumpuk bantal lebih tingg. Tidur dengan kepala lebih tinggi mengurangi tetesan postnasal, yang memicu batuk dan iritasi tenggorokan.
Tempatkan pelembab udara di kamar anak. Kelembapan menjaga tenggorokan tetap lembab dan melonggarkan dahak, membuatnya lebih mudah untuk dihilangkan.

Berikan juga cairan yang cukup, seperti air putih hangat. Untuk anak di atas usia 2 tahun bisa diberikan madu. Jika batuk tak kunjung mereda selama 2 hingga 3 minggu segera konsultasi dengan dokter. []

Sumber: Parents



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline