Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Rentannya Hati jelang Pernikahan

0

Menikah akan menggenapkan separuh agama kita dan kita diminta untuk menyempurnakannya dengan amalan-amalan yang lain. Itulah sebabnya setan tidak pernah suka pada orang yang hendak melaksanakan pernikahan. Dan setan akan terus berjuang untuk menghancurkan rumah tangga yang dibangun dalam rangka ibadah kepada Allah SWT.

Maka dari itu wajar saja jika menjelang pernikahan begitu banyak ujiannya. Kits akan mudah tergelincir bila tak memiliki keimanan yang kuat, dan setan akan bersorak gembira pada setiap keputusan diri yang mensirnakan Allah di dalamnya.

Ujian menjelang pernikahan itu berbeda-beda, tidak sama setiap orangnya. Ada yang diuji dengan tidak turunnya restu dari orangtua, ada yang justru diuji dengan ragamnya permintaan dari orangtua, ada yang diuji dengan kekurangan dari calon yang semakin terlihat.

Ada yang diuji dengan keraguan yang tiba-tiba datang, ada juga yang diuji dengan kehadiran sosok mantan pacar atau mantan taarufan idaman yang terdahulu yang tiba-tiba datang atau hadir kembali dan memberikan harapan lain. Namun ini bukan soal ujian-ujian yang beragam yang datang menjelang pernikahan. Namun ingatlah, bahwa setan selalu mampu memainkan hati kita, dan setan juga tak segan-segan mengobrak-abrik hati kita sehingga kita dikendalikan oleh hawa nafsu.

Pada masa inilah kita perlu jeli dan teliti mana yang sekiranya ‘kode’ dari Allah agar kita memutuskan mundur dari rencana pernikahan kita, atau mana yang sekiranya membuat kita bertahan untuk terus berjuang dan tak peduli bagaimana setan menggoda.

Ketahuilah, ini tentang hati. Keputusan untuk menikah, adalah keterlibatan antara hati kita dengan Allah, adalah tentang bagaimana kita membangun hubungan kita terlebih dahulu dengan Allah, sebelum kita menjalin hubungan yang kuat dengan makhlukNya.

Kita perlu memastikan, bahwa kita memulai pernikahan dengan niat dan cara yang baik, kita telah memilih sosok yang memang pantas untuk kita jadikan sebagai seorang istri/suami, kita telah benar-benar memiliki kesiapan lahir batin dan kemauan yang besar untuk beribadah kepada Allah, dan kita telah berusaha mengenal diri kita dengan sebaik-baiknya hingga tumbuh sikap dewasa dan kesadaran utuh dalam setiap pengambilan keputusan apapun.

Dan satu yang terpenting, kita selalu melibatkan Allah dalam segala hal, tak melupakanNya dalam setiap proses kita. Karena dengan mengikutsertakan Allah dalam hati kita, kita akan merasakan sendiri tuntunan dan bimbingan dari Allah tentang mana yang terbaik untuk hidup kita. []

Sumber: Nikahbutuhilmu



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline