Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Hakim Berhijab Pertama di Inggris

0

Wanita berhijab ini menjadi hakim yang pertama memakai hijab di Inggris. Dia pun ingin memberikan contoh pada wanita muslim muda lainnya bahwa dengan berhijab mereka dapat mencapai apa pun yang diinginkan atau dicita-citakan.

Wanita itu bernama Raffia Arshad, yang berusia 40 tahun. Dia sudah bercita-cita bekerja di bidang hukum ketika baru berusia 11 tahun. Tapi seiring beranjak dewasa, ia ragu dan bertanya-tanya apakah akan ada orang muslim yang merupakan minoritas bisa sukses di dunia hukum.

Hampir 30 tahun kemudian, Raffia menjawab pertanyaan itu sendiri. Dia tidak hanya seorang pengacara yang sukses, tetapi juga ditunjuk sebagai deputi hakim daerah di Midlands. Saat berbicara kepada Metro.co.uk, ibu dari tiga orang anak ini mengatakan dengan jabatan barunya, dia ingin keragaman lebih terdengar jelas gaungnya.

Wanita yang masuk dalam anggota St Mary’s Chambers ini menerima pengangkatannya sebagai hakim untuk sirkuit Midlands pekan lalu. Ia melihat hal ini tak hanya sebagai pencapaian pribadi. Tapi, lebih besar dari itu.

“Butuh beberapa waktu untuk sampai ke sini tapi saya sangat senang. Ini bukan hanya prestasi pribadi. Ini prestasi besar bagi siapa pun dari latar belakang yang beragam,” kata Arshad dikutip dari BBC.

Arshad mengungkapkan, tak perlu mengkhawatirkan penampilan. Raih apa yang diinginkan dan jangan takut dengan acuan yang dibuat orang-orang.

“Jangan khawatir tentang penampilanmu, jangan khawatir tidak pas dengan acuan, pecahkan acuan itu dan raih apa yang kamu butuhkan,” ujarnya.

Raffia mengaku menerima banyak email dari wanita dan orang-orang lainnya setelah menjadi hakim. Namun dari banyak email itu, ada satu yang paling berkesan, email dari seorang wanita yang berpikir dengan memakai hijab dia tidak bisa bekerja sebagai pengacara. Kini si wanita mengaku bersemangat untuk mengejar impiannya setelah melihat keberhasilan Raffia.

Arshad merupakan orang pertama yang kuliah di keluarganya. Ia mengaku telah mematahkan stereotip, seperti yang biasanya dibayangkan orang lain. Meski menjadi pelopor, Arshad mengatakan ia masih menghadapi diskriminasi, kadang-kadang setiap hari. Ia sudah menjalani karier di bidang hukum selama 17 tahun.

Dilansir Metro, dulu Arshad sempat disarankan oleh keluarganya untuk tidak memakai jilbab ketika wawancara beasiswa sekolah hukum. Tapi, ia tetap pada pendiriannya untuk tetap berjilbab.

“Saya memutuskan bahwa saya akan mengenakan jilbab saya. Karena bagi saya sangat penting untuk menerima orang itu apa adanya dan jika saya harus menjadi orang yang berbeda untuk mengejar profesi saya, itu bukan sesuatu yang saya inginkan,” kata Arshad.

Setelah pelatihan di bidang hukum di London, Raffia dipanggil pada 2002 untuk menjalani pendidikan pengacara di Nottingham, Inggris. Dia kemudian bergabung dengan St Mary’s Family Law Chambers pada 2004. Selama 15 tahun terakhir, Raffia telah berpraktik dalam bidang hukum pribadi, perkawinan paksa, mutilasi alat kelamin wanita dan setiap kasus dengan masalah hukum Islam, dan telah menjadi penulis teks terkemuka dalam hukum keluarga Islam.

Dengan segala keberhasilan yang sudah diraihnya itu Raffia mengaku masih ada saja orang yang tak percaya dia adalah seorang hakim. Orang malah suka mengira dia adalah klien atau orang yang berpekara. Raffia mengatakan bagi seseorang yang bekerja di pengadilan sepertinya, memang masih ada pandangan bahwa para pengacara atau hakim profesional tidak terlihat sepertinya yaitu berhijab.

“Mereka tidak tahu aku akan menjadi hakim yang pertama menggunakan hijab. Aku sudah ditunjuk karena aku pantas, bukan karena aku memakai hijab,” katanya.

Raffia percaya bahwa wanita muslim muda lainnya akan terinspirasi untuk mengikuti impian mereka jika mereka melihat lebih banyak orang yang terlihat seperti mereka (berhijab) dalam setiap profesi. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline