Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

3 ‘Investasi’ dalam Memelihara Keharmonisan dalam Kehidupan Pernikahan

0

Beberapa ahli pernikahan mengatakan bahwa sebagian besar pasangan yang sudah menikah lama, salah satu dari pasangan merasa bahwa rasa cinta yang mereka miliki tidak seperti saat pertama kali menikah. Hal ini dikatakan wajar, tetapi bukan berarti akhir dari perjalanan pernikahan.

“Apakah bisa setelah sekian lama menikah, perasaan cinta yang sama seperti saat pertama kali menikah kembali datang?”, jawabannya adalah bisa tetapi membutuhkan waktu dan usaha bersama dari kedua pasangan. Kira-kira, apa penyebab dari berkurangnya rasa cinta dari salah satu pasangan kepada pasangan yang lainnya? Bagaimana cara agar pasangan makin cinta?

BACA JUGA: Empat Kesalahan Bayangan Perempuan tentang Pernikahan

Alisa Bowman, pengarang buku dari Project: Happily Ever After, mengatakan bahwa sebagian besar orang menganggap bahwa menjalani kehidupan pernikahan adalah dengan orang yang tepat, sehingga ketika seiring berjalannya waktu kehidupan pernikahannya terjadi kesalahan, secara otomatis ia akan berpikir bahwa dirinya menikah dengan orang yang salah. Seringkali, pemikiran ini menuntut kita bahwa menikah merupakan tujuan akhir.

Padahal, ketika pasangan berkomitmen untuk menikah, kehidupan yang sebenarnya sebagai pasangan baru saja dimulai. Banyak hal yang belum ditemukan dari pasangan yang baru bisa diketahui sesaat setelah tinggal bersama, seperti kebiasaannya sehari-hari saat berada di rumah, gaya berkomunikasi dengan pasangan, cara menanggapi masalah dalam keluarga, dan masih banyak hal lainnya yang baru bisa ‘ditemukan’ saat kita menjalani kehidupan pernikahan dengan pasangan.

Perbedaan dari segi kebiasaan, kepribadian, serta karakter dengan pasangan merupakan hal yang lumrah terjadi dalam kehidupan pernikahan. Bagaimana cara agar pasangan makin cinta serta mampu menentukan sikap dari perilaku yang ditimbulkan pasangan kita itu lah yang menjadi hal penting yang harus terus dipertahankan, untuk mencapai kehidupan pernikahan yang lebih harmonis. Terkadang, kita pasti sempat tersirat dalam pikiran tentang pernikahan yang berujung ‘happily ever after’ seperti dongeng Cinderella.

Dalam buku 100 Simple Secrets of Great Relationships karangan David Niven, Ph.D, Lockhart (2000) menerangkan bahwa elemen dongeng seperti Cinderella terdapat pada 78 persen kepercayaan orang tentang kisah cinta yang romantis. Orang-orang tersebut cenderung mengalami kekecewaan, kehancuran, dan kegelisahan dalam hubungan mereka daripada orang-orang yang kurang percaya dengan dongeng. Sebenarnya, tak ada yang salah dengan pemikiran tersebut, hanya saja impian dan hanya menunggu keajaiban datang tanpa usaha demi mewujudkan kehidupan pernikahan yang bahagia akan sia-sia.

Dengan begitu, bagaimana cara agar pasangan makin cinta dalam menjalani kehidupan pernikahan yang sudah sekian lama? Yuk simak beberapa tips di bawah ini, Bu.

Berusaha untuk tetap mempertahankan ‘bumbu’ cinta dalam kehidupan pernikahan harus dilakukan secara konsisten. Selain konsisten, komitmen masing-masing pasangan juga dibutuhkan supaya kehidupan pernikahan semakin berjalan dengan sukses. Walau terdengar sulit untuk dilakukan secara terus-menerus, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan ya, Bu. Berikut beberapa cara agar pasangan makin cinta yang bisa dilakukan oleh suami maupun istri.

1. Saling mendukung hobi pasangan

Setiap orang pasti memiliki kegiatan (hobi) atau hal yang disukai, yang sudah dilakukannya sejak lama atau bahkan sebelum menikah. Hal tersebut menjadi salah satu nilai yang mungkin menjadi salah satu ketertarikan masing-masing pasangan. Pada konteks ini, usahakan untuk saling memberi kesempatan serta waktu kepada pasangan kita untuk terus mendukungnya dalam hobi yang mereka sukai. Dengan begitu, kita menjadi tidak membatasi ‘ruang gerak’ pasangan kita.

Hal ini juga dibutuhkan setiap pasangan sebagai perwujudan masing-masing pribadi untuk lebih dalam mengenali diri dan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki, terutama sudah tinggal dengan pasangan. Dilansir dari laman psychologytoday.com, masing-masing pasangan harus tetap menjaga kualitas dalam diri mereka, dalam hal ini melakukan hobi, di dalam menjalani kehidupan pernikahan bersama dengan pasangan.

2. Ingat bahwa tim kalian adalah berdua dan tidak lebih!

Masalah yang datang dalam kehidupan pernikahan tak jarang dapat membuat kedekatan antar pasangan semakin merenggang, bahkan berujung pada perceraian. Penyebab utamanya adalah ketika salah satunya hanya fokus terhadap masalah yang terjadi, sehingga melupakan sekian banyak hal kebaikan yang telah dilakukan secara bersama. Terlalu fokus terhadap masalah akan menuntun kita pada pemikiran serta cara pandang yang negatif terhadap pasangan kita.

John dan Celia House, pasangan yang telah menikah selama 70 tahun, mengatakan cara agar pasangan makin cinta salah satunya dengan menjadikan masalah atau pihak yang mengganggu keharmonisan rumah tangga sebagai bagian di luar tim. Dengan kata lain, masalah yang datang dari salah satu pasangan pun merupakan hal yang dapat diselesaikan secara bersama-sama, dengan begitu Ibu dan suami bisa semakin erat karena dapat menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Together, we can make a great team dan masing-masing pasangan makin cinta dengan melakukan segalanya bersama-sama.

3. “Aku memaafkanmu.” 

Loading...

BACA JUGA: Mengubah Mindset Tentang Pernikahan

Mudah diucapkan, tetapi sulit untuk dilakukan. Bukan berarti tidak dapat dilakukan sama sekali, tetapi tahapan ini membutuhkan sebuah proses dari masing-masing pasangan, terutama yang sudah tersakiti. Kesalahan yang telah dilakukan oleh masing-masing pasangan memang membuat kita sulit untuk memaafkan bahkan melupakannya, namun penelitian mengungkap bahwa tindakan memaafkan dapat berpengaruh pada kesehatan seseorang.

Pada suatu penelitian yang dirangkum oleh Everett L. Worthington, Jr., Ph.D., Commonwealth Professor Emeritus di Virgina Commonwealth University, mengungkap bahwa memaafkan dapat mengeluarkan hormon baik yang dibutuhkan dalam tubuh. Peneliti juga menemukan bahwa hubungan antara memaafkan dan kesejahteraan dalam pernikahan lebih kuat dibandingkan dengan hubungan yang lainnya. Tindakan memaafkan yang dilakukan secara konsisten akan menjadi investasi, terutama ketika menjalani masa-masa sulit. Jangan menunggu pasangan kita yang melakukan, melainkan mulai dari diri sendiri ya, Bun. []



Artikel Terkait :
Loading...

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline