Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ini Akibatnya Jika Sering Melarang Anak Menangis

0

Terkadang, tangisan anak yang tidak diketahui sebabnya membuat Anda tak nyaman. Oleh karena itu, Anda berusaha menghentikan tangisnya dengan berbagai cara. Mungkin Anda berpikir tindakan tersebut adalah hal yang benar dan sudah seharusnya dilakukan. Namun, terlalu sering melarang anak menangis ternyata tidak baik untuk perkembangan emosionalnya. Ada beberapa dampak yang akan muncul saat dewasa nanti jika anak tidak boleh menangis.

Ada beberapa saat di mana anak menangis bukan karena rasa sakit akibat terjatuh atau menabrak sesuatu. Anak bisa saja menangis ketika mereka merasa sedih dan frustrasi. Apalagi, mereka terkadang belum begitu mengerti tentang perasaannya sendiri, sehingga sulit untuk mengungkapkannya dengan kata-kata.

Sayangnya, beberapa orang tua cenderung mengabaikan atau malah memarahi anak yang mulai menangis, terutama laki-laki. Sebagian orang tua masih menganggap bahwa anak laki-laki harus menjadi anak yang kuat dan tidak boleh cengeng. Ada juga orang tua yang menekankan bahwa menangis hanya akan buang-buang waktu.

Terkadang orang tua cenderung menyepelekan hal-hal yang dirasakan anak. Misalnya, anak merasa sedih karena teman terdekatnya pindah ke tempat yang jauh. Setelah mengetahui alasan dibalik tangisan si kecil, orang tua pun berkata, “Masa gitu doang nangis?”

Padahal, setiap emosi yang muncul di dalam diri anak sangat penting. Manusia memiliki kelebihan dibanding makhluk lainnya dalam hal merasakan dan mengekspresikan emosi. Emosi atau luapan peasaan sudah menjadi salah satu bentuk bagi makhluk hidup untuk berkomunikasi. Memisahkannya dari kehidupan akan sangat mustahil.

Memang, manusia selalu dihadapkan pada penilaian akan baik atau buruknya sesuatu termasuk emosi. Emosi berupa kesenangan, antusiasme, dan cinta dianggap sebagai emosi yang baik. Sedangkan, kesedihan, kemarahan, dan ketakutan adalah emosi yang buruk.

Seringnya, orang tua terlalu berfokus pada emosi yang baik, sehingga ketika anak menyalurkan emosi buruknya lewat menangis orang tua akan cenderung mengabaikan atau malah menghentikannya.

Ketika anak terlalu sering dilarang menangis, ia akan merasa bahwa emosi yang dirasakannya merupakan sesuatu yang salah. Bisa juga anak merasa malu setelahnya. Kelamaan, anak jadi terbiasa memendam perasaan dan terus-terusan menunjukkan gelagat yang baik-baik saja. Tanpa sadar, anak menekan dirinya sendiri.

Pola didikan orang tua pada anak di masa kecilnya akan terbawa sampai dewasa. Termasuk bagaimana reaksi dan cara Anda memberitahu serta membimbing anak saat ia merasakan emosi-emosi tertentu.

Berbagai dampak ini mungkin akan muncul pada anak-anak yang semasa kecilnya tidak diperbolehkan menangis dan sering menahan perasaan sedihnya:

  1. Tingkat kepercayaan yang rendah, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Anak merasa ragu untuk bergantung pada orang lain dan selalu menolak bantuan.
  2. Sering menyalahkan diri dan mengabaikan hal-hal yang harus dilakukan untuk kebaikan mentalnya.
  3. Menganggap tumpahan perasaan sebagai sesuatu yang menggelikan atau memalukan.
  4. Sensitif terhadap penolakan dari orang lain.
  5. Merasa kosong di dalam hatinya.
  6. Menyalurkan rasa sedihnya dengan melakukan hal-hal yang negatif seperti marah, berteriak, atau memukul.
  7. Sulit berempati dengan orang lain.

Tidak hanya berpengaruh pada perkembangan mental, terlalu sering menahan tangis juga akan menimbulkan dampak buruk pada kesehatan tubuh.

Sebenarnya, menangis memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Saat menangis, tubuh akan mengeluarkan hormon stress dan zat-zat sisa lewat cairan air mata. Selain itu, air mata juga dapat membersihkan kotoran seperti debu dan serpihan sehingga mata terhindar dari infeksi.

Perlu diketahui, tubuh menghasilkan hormon kortisol dan adrenalin ketika seseorang sedang merasa sedih atau stres. Kedua zat tersebut dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Jika tangisan terus ditahan, akibatnya hormon ini membuat dada menjadi terasa sesak. Itulah sebabnya orang-orang yang menahan tangis sering merasa kesulitan saat bernafas.

Intinya, terlalu sering menahan tangis tidak akan membuat perasaan menjadi lebih baik, tapi justru akan menumpuk stres di dalam tubuh. Hormon stres yang menumpuk bisa memengaruhi nafsu makan. Jika seseorang melakukan pelampiasan stres dengan makan tanpa terkontrol, bukan tidak mungkin tindakan ini akan meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. []

Sumber: Hellosehat

Loading...

 



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline