Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Tips Simpan Makanan Agar Tak Cepat Busuk

0

Sebagai seorang istri dan ibu, kita diwajibkan cerdas dalam mengatur keperluan rumah tangga. Tidak terkecuali dalam hal mengolah dan menyimpan bahan makanan. Dengan mampu menyimpan bahan makanan, artinya kita punya persediaan makanan di waktu tertentu, tidak menyia-nyiakan sisa bahan makanan dan pastinya, bisa membantu menghemat pengeluaran.

Memang, nggak ada aturan baku dalam cara menyimpan makanan yang baik dan benar, rata-rata orang melakukannya dengan mengombinasikan ilmu dan pengalaman sehari-hari. Namun, ada beberapa tips menyimpan bahan makanan yang layak Anda terapkan di rumah. Tips untuk menyimpan bahan makanan ini kita kategorikan berdasarkan tempat penyimpanannya.

Dikutip dari laman hellosehat berikut tips menyimpan berbagai macam bahan makanan agar tidak cepat busuk.

Roti

Ketika membeli roti, maka sebaiknya segera dihabiskan. Dalam suhu ruang, roti yang tanpa pengawet bisa bertahan selama sekitar dua hingga tiga hari. Agar lebih awet dan nggak gampang mengering, letakkan roti dalam bread box, bisa juga bungkus roti dengan rapat dalam alumunium foil atau gunakan plastik kedap. Jika roti sudah lebih dari dua hari, disarankan menyimpannya di freezer dan dibungkus dengan foil. Sebelumnya, roti dipotong-potong dulu sesuai kebutuhan, agar bisa diambil secukupnya. Karena, kalau bolak-balik dibekukan dan dicairkan, rasa dan tekstur roti akan rusak. Untuk mencairkan, bisa Anda masukkan ke dalam oven.

Mentega atau butter

Simpan mentega pada suhu ruang, supaya tidak mengeras dan mudah untuk digunakan.

Bawang

Termasuk di antaranya bawang bombai, bawang merah dan bawang putih, karena bawang sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan kering. Jika disimpan dengan baik, bawang bisa bertahan hingga dua minggu. Jangan menyimpan bawang di dalam kulkas karena akan berubah warna dan mengurasi rasa, serta jangan menyimpan bawang di dekat kentang karena gas yang dikeluarkan kentang bisa bikin bawang cepat busuk.

Tomat

Menyimpan tomat memang tricky, jika disimpan di kulkas, bisa mengubah tekstur dan aromanya, sedangkan disimpan di meja dapur, bisa bikin tomat jadi cepat matang dan busuk. Maka, sebaiknya membeli tomat untuk satu atau dua kali pemakaian saja, ya.

Kentang

Jangan menyimpan kentang di dalam kulkas, karena akan membuat kentang jadi benyek dan mengubah rasanya. Sebaiknya simpan kentang di dalam paper bag atau balut dengan tisu dapur. Anda bisa menaruh kentang di dekat apel, untung mencegah kentang cepat bertunas. 

Bahan makanan kering

Misalnya, gula, garam, tepung, dst. Tips menyimpan bahan makanan kering ini adalah di pantry yang sejuk, kering dan nggak terkena sinar matahari langsung. Setelah kemasannya dibuka, segera pindahkan isinya ke dalam wadah kedap udara. Selain supaya nggak cepat rusak, wadah ini juga menghindari bahan makanan dari serangga. Setiap mengambil bahan makanan, pastikan selalu menggunakan sendok yang bersih dan kering, ya. Jika disimpan dengan baik, bahan makanan ini bisa bertahan hingga enam bulan atau bahkan lebih. 
Bumbu dan rempah kering

Agar awet, bumbu dan rempah kering ini mesti dihindari dari panas, udara dan cahaya. Simpan masing-masing bumbu dalam wadah kedap udara, kaleng atau pun jar beling yang sudah disterilkan. Bumbu dan rempah dalam keadaan utuh akan lebih awet dibanding dengan yang sudah dijadikan bubuk, yang utuh bisa bertahan selama sampai dua tahun, sedangkan yang bubuk harus dibuang setelah disimpan enam bulan. Pastikan Anda menutup wadah dengan rapat, supaya nggak dimakan oleh serangga.

Loading...

Kopi

Simpan kopi juga di dalam wadah kedap udara, untuk menjaga tekstur dan rasanya. Jauhkan penyimpanan kopi dari cahaya, kelembapan dan panas. 

Susu cair

Susu dan produk turunannya seperti yogurt dan krim, pastinya harus ada di dalam kulkas. Susu nyatanya mesti disimpan di rak paling pada kulkas, bukan di bagian pintu. Karena pintu kulkas sering dibuka tutup, maka suhunya jadi tidak konsisten, hal ini bisa bikin susu cepat basi.

Telur

Rak di pintu kulkas sering didesain khusus untuk menaruh telur, padahal pintu kulkas adalah lokasi paling hangat. Sama, nih, kayak susu, telur mestinya ditaruh di rak kulkas.

Cabai

Untuk menyimpan cabai, letakkan tisu dapur dalam wadah kedap, masukkan cabai yang sudah dibuang tangkainya, tutupi lagi dengan tisu dapur, lalu tutup wadah dengan rapat. 

Sayuran

Simpan sayuran dalam plastik berlubang, dan letakkan di bagian crisper drawer atau rak khusus sayuran, yang biasanya ada di bagian paling bawah. Supaya sayuran tidak cepat busuk, jauhkan dari buah-buahan yang menghasilkan etilen seperti jenis stone fruits (buah-buahan berbiji keras, ceri, peach, plum, aprikot, leci), apel, manga, pir dan kiwi.

Jamur

Simpan jamur di dalam paper bag yang dilipat dan letakkan di rak bagian atas. Sebelumnya, jamur nggak perlu dicuci dulu. Paper bag akan membantu menyerap kelembapan. Jangan meletakkan jamur di dekat makanan beraroma kuat, karena jamur akan meresap aroma tersebut.

Sayuran hijau

Sebelum menyimpan sayuran hijau, bisa dicuci dulu dengan air mengalir, lalu keringkan dengan baik di atas rak, agar air nggak melekat pada sayuran. Untuk menyimpannya, letakkan dalam paper towel yang sudah dilembapkan dan masukkan dalam plastik yang tidak dirapatkan. Trik lainnya adalah dengan mencucinya dulu, potong sesuai kebutuhan, rebus sebentar, siram air dingin dan masukan dalam plastik kedap.

Keju

Mesti disimpan di dalam material berpori, misalnya kain atau kertas keju. Tapi jika nggak ada, Anda bisa gunakan kertas minyak atau jangan buang lilin yang menjadi pelapisnya. Setelah dilapis, keju bisa dimasukkan ke dalam wadah atau plastik kedap udara agar nggak cepat kering. Kertas pelapis tersebut, gunanya adalah untuk menghindari keju dari kontak langsung dengan plastik, karena keju bisa menyerap zat pada plastik dan aroma makanan di sekitarnya.

Jahe dan sejenisnya

Jahe bisa disimpan pada suhu ruang. Tapi, untuk mencegahnya cepat busuk, bisa disimpan di dalam kulkas. Ada informasi yang menyarankan agar Anda mencuci jahe sebelum menyimpan, dan pastikan mengeringkannya dulu.

Herba segar

Misalnya basil, parsley, daun seledri, dan herba lainnya yang hidup di air. Untuk menyimpannya, lepaskan dari ikatannya, potong sedikit bagian bawah batangnya dan masukkan ke dalam gelas berisi air. Tutup bagian atas (daun) dengan plastik, tapi jangan diikat, ya. Untuk herba yang lebih keras seperti tyme dan rosemary, bisa disimpan dalam tisu yang sudah dibasahkan dan masukkan dalam kantong plastik.

Daun salam

Jika Anda membeli daun salam dalam jumlah banyak, bisa, disimpan, kok. Caranya, setelah dicuci bersih, keringkan dengan cara digantung dan letakkan pada tempat yang berangin. Setelah kering, masukkan dalam wadah kedap udara dan simpan dalam kulkas.

Daging dan ikan

Daging dan ikan memang semestinya disimpan dalam freezer, ya. Namun, bisa diletakkan di kulkas, seandainya akan segera diolah. Sebelum memasak, cek kembali kesegaran ikan dan daging, jika warna dan teksturnya sudah berubah, apalagi sudah berbau, maka jangan dikonsumsi lagi, ya.

Nasi

Nasi sisa, biasanya dibiarkan di dalam rice cooker. Tapi, jika rice cooker dihidupkan terlalu lama, bakal bikin nasi menjadi keras, atau bahkan berkerak. Nah, agar nasi nggak terbuang sia-sia, Anda bisa menyimpan nasi dalam kulkas. Caranya, gampang, masukkan saja dalam wadah tertutup. Untuk dikonsumsi kembali, tinggal masukkan kembali ke dalam rice cooker, hidupkan mode ‘warm’, atau bisa juga dihangatkan kembali di bagian atas sembari Anda memasak nasi baru.

Daging

Disarankan untuk menyimpan daging dalam kemasan ketika Anda membelinya. Daging sapi, domba, babi dan unggas, bisa bertahan dalam freezer selama empat bulan, sedangkan sosis dan sejenisnya bisa selama dua bulan.

Ikan

Ikan bisa disimpan dalam freezer selama enam bulan, tapi untuk ikan yang berlemak, nggak disarankan untuk disimpan lebih dari tiga bulan. Ada tips lain untuk menyimpan ikan yang tidak dibungkus. Masukkan ikan ke freezer hingga benar-benar beku, kemudian celup ke dalam air  yang hampir menjadi es dan bekukan kembali. Ulangi proses ini hingga terbentuk lapisan es di ikan, lalu masukkan dalam plastik khusus freezer. Untuk cara yang lebih mudah lagi, cukup masukkan ikan ke dalam plastik kedap dan bekukan. 

Daging yang sudah dimasak

Ini adalah salah satu trik untuk menghemat waktu dan tenaga untuk memasak. Setelah dimasak, daging matang bisa dibekukan di dalam wadah khusus yang aman untuk di freezer. Nah, sebelum dikonsumsi, letakkan makanan di kulkas hingga lembut.

Buah-buahan

Seringkali, kita membeli buah terlalu banyak, atau buah ternyata terlalu cepat matang. Daripada dibuang, maka bekukan saja. Buah-buah beku ini nantinya bisa digunakan lagi. Misalnya, pisang beku bisa dijadikan bahan kue pisang, jus atau smoothie. Pisang dan mangga harus dikupas dulu sebelum dibekukan, supaya kulitnya nggak menempel. Buah lainnya yang bisa dibekukan misalnya mangga, kiwi dan jenis beri. Untuk stroberi, buang daunnya, cuci dan keringkan dulu. 

Cokelat

Simpan cokelat dalam kemasan aslinya atau dalam plastik. Jangan taruh cokelat di pantry atau dekat makanan lain, karena cokelat akan mencair dan menyerap aroma makanan lainnya. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline