Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Filosofi 5 Menu Wajib saat Lebaran

0

Lebaran menjadi momentum umat islam di seluruh dunia untuk merayakan keberhasilan melawan hawa nafsu selama satu bulan lamanya saat Ramadhan.

Berbagai cara pun dilakukan untuk menyambut Idul Fitri yang hanya dirasakan satu tahun sekali. Seperti membuat berbagai kue kering dan menyiapkan menu makanan khas lebaran yang mengguggah selera.

Menu makanan khas lebaran jadi salah satu yang ditunggu saat perayaan Idul Fitri. Di Indonesia, menu makanan khas lebaran cukup beragam sesuai dengan daerah masing-masing.

Beberapa menu ‘klasik’ lebaran ternyata memiliki filosofi tersendiri sebagai wujud menyambut hari kemenangan.  Nah, kira-kira apa saja menu makanan khas lebaran dan filosofinya? Yuk simak informasi yang dilansir dari Dream  berikut ini.

1. Ketupat

Menu makanan khas lebaran yang tidak boleh ketinggalan adalah ketupat. Ketupat menjadi makanan favorit saat Lebaran. Ketupat merupakan nasi yang dimasukkan ke dalam sebuah anyaman daun kelapa muda yang di rebus hingga matang dan dapat disajikan bersama dengan kuah santan dan daging ayam atau sapi.

Ketupat sendiri memiliki filosofi dalam merayakan hari raya Idul Fitri. Bagi masyarakat Jawa, ketupat memiliki makna Ngaku Lepat dan Laku Papat.

Arti dari Ngaku Lepat yaitu mengakui semua kesalahan, ini merupakan tradisi sungkeman yang menjadi implementasi mengakui kesalahan. Arti dari Laku Papat sendiri yakni mengartikan bahwa puasa telah berakhir, dan pintu maaf telah terbuka dengan lebar.

2. Opor Ayam

Menu makanan khas lebaran selanjutnya yang juga tak boleh dilewatkan adalah opor ayam. Opor ayam biasanya disajikan sebagai pasangan ketupat dalam perayaan idul fitri di Indonesia.

Opor ayam dibuat dengan santan serta memiliki kuah yang kental dan juga gurih. Dalam bahasa Jawa, santen diartikan sebagai pangapunten yang artinya maaf.

Itulah mengapa opor selalu disandingkan dengan ketupat, karena hal tersebut menjadi sebuah kombinasi yang diyakini sebagai lambang permintaan maaf yang tulus, untuk memperbaiki kesalahan dengan hati yang putih serta suci.

3. Rendang

Rendang menjadi salah satu menu makanan khas yang kayaknya tidak boleh dilewatkan juga nih muslimah. Rendang merupakan jenis makanan berbahan dasar daging sapi dan dimasak dengan menggunakan banyak rempah. Rendang akan semakin enak bila terus dipanaskan, lho.

Santan kelapa yang telah dimasak menghasilkan minyak sehingga membuat cita rasa rendang sangat gurih dan lezat dinikmati. Sebagai hidangan khas lebaran. rendang memiliki filosofi tersendiri yakni bermakna musyawarah dan mufakat, hal tersebut dikarenakan rendang memiliki empat unsur yaitu, daging, kelapa, lada, dan juga bumbu.

Empat unsur ini memiliki arti, yakni daging mewakili para pemuka adat, lalu kelapa menggambarkan para cendikia dan kaum pemikir, selanjutnya lada yang mewakili kaum ulama, dan terakhir bumbu yang menjadi penyelaras dan pemersatu semuanya.  Empat unsur ini menjadi salah satu alasan kenapa rendang dijadikan santapan khas saat upacara penting, seperti pernikahan, acara adat, kenduri, dan acara keagamaan seperti Idul Fitri.

Loading...

 4. Lepet

Selain ketupat, menu khas lebaran yang juga biasa ditemui adalah lepet. Lepet juga mirip dengan ketupat karena berbahan dasar nasi. Lepet dibungkus dengan daun muda kelapa dan kemudian direbus. Hal yang membedakan ketupat dan lepet adalah bentuk lepet yang memanjang.

Filosofi lepet yang memanjang diartikan sebagai Silep Kang Rapet yang artinya dikubur rapat-rapat. Maksud dari kata di kubur rapat-rapat tersebut adalah menutup rapat kesalahan-kesalahan di masa lalu yang dilakukan oleh saudara kita dan memaafkannya serta tak diungkit kembali. Filosofi ini bermakna bahwa persaudaraan dan hubungan antara sesama manusia harus dijaga agar tetap baik.

5. Ketan

Menu makanan yang juga sering dijumpai saat Idul Fitri adalah ketan. Ketan memiliki tekstur yang lengket dan biasanya dibuat menjadi kudapan seperti lemper, atau disandingkan dengan sambal goreng atau serundeng.

Ketan memiiliki filosofi dalam bahasa Jawa yang berarti ngreketken ikatan, yang artinya mempererat ikatan. Maksud dari filosofi ini menggambarkan budaya Indonesia yang mana selalu menjalin silaturahmi saat hari raya Idul Fitri, untuk menjaga dan mempererat hubungan persaudaraan. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline