Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Orangtua Mengambil Harta Anak, Bolehkah?

0

Kesulitan ekonomi dalam pandemi seperti sekarang bisa dialami siapa pun. Dalam kondisi demikian, mungkin ada orangtua terpaksa mengambil tabungan anak yang isinya berupa uang lebaran atau simpanan lainnya milik anak.

Mungkin Anda pernah mendengar penjelasan diperbolehkannya orangtua mengambil harta anak meskipun tanpa izin. Ternyata para ulama berbeda pendapat terkait kebolehan orangtua mengambil harta anak tanpa izin dari anak.

Dikutip dari Bincangsyariah.com, menurut Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Syafii, orangtua tidak boleh mengambil harta anaknya tanpa izin. Ini kecuali orangtua sangat membutuhkan harta tersebut dan mengambil sesuai kebutuhannya. Jika tidak butuh atau mengambil melebihi kebutuhannya, maka hukumnya tidak diperbolehkan.

Sementara Ibnu Qudamah dan kebanyakan ulama Hanafiyah mengatakan bahwa orangtua boleh mengambil harta anaknya secara mutlak, baik sangat membutuhkan atau tidak, anaknya masih kecil atau sudah besar.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni berikut:

Boleh bagi bapak mengambil harta anaknya semaunya lalu ia miliki, baik dia membutuhkan atau tidak, anaknya masih kecil atau sudah besar. Namun kebolehan bapak mengambil harta anaknya asalkan memenuhi dua syarat.

Pertama, tidak memusnahkan harta dan tidak memudaratkan anak, juga bukan mengambil yang jadi kebutuhan penting anaknya.

Kedua, tidak boleh mengambil harta tersebut dengan tujuan untuk memberikan pada yang lain.

Ada seseorang mendatangi Rasulullah SAW, lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan anak. Namun orang tuaku membutuhkan hartaku.

Rasulullah kemudian menjawab, “Engkau dan hartamu adalah milik orang tuamu. Sesungguhnya anak-anakmu adalah sebaik-baik hasil usahamu. Makanlah dari hasil usaha anak-anakmu.” (HR. Abu Daud)

Sedangkan dalam riwayat lain,

“Anak seseorang itu adalah hasil dari usahanya, itu adalah sebaik-baik usahanya. Maka makanlah dari harta mereka.” (HR. Abu Daud)

Berdasarkan dalil diatas, ayah dari seorang anak, memiliki hak atas harta anak-anaknya, baik ketika anak itu masih kecil, maupun ketika telah dewasa dan bisa mencari nafkah dengan usahanya sendiri.

Jika untuk kebutuhan dan keperluan orang tua dibolehkan, tentu akan lebih boleh lagi jika itu menyangkut keperluan sianak.  Wallahu a’lam.



Artikel Terkait :
Loading...

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline