Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bolehkah Wanita Memilih Calon Suami Sesuai Keinginannya?

0

Dalam menentukan calon suami, wanita keap kali dibimbangkan dengan permintaan dari orangtua yang harus seperti ini atau seperti itu.

Tidak sedikit juga orangtua tidak merestui anak perempuannya untuk menikah dengan laki-laki pilihannya sendiri hanya karena kurangnya harta calon menantunya.

Namun, bagaimanakah Islam memandang hak wanita dalam memilih calon suami?

BACA JUGA: Inginkan Hal Ini Setelah Menikah, Picu Wanita Jadi Durhaka

“Gadis tidak boleh dinikahi hingga dimintai izin, dan janda tidak boleh dinikahi hingga dimintai persetujuannya.“ Ada yang bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana tanda izinnya?” Nabi menjawab, “Tandanya diam.” (HR. Bukhari)

‘Aisyah berkata : “Saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai seorang gadis yang dinikahkan oleh keluarganya, apakah harus meminta izin darinya atau tidak?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya : “Ya, dia dimintai izin.” ‘Aisyah berkata : Lalu saya berkata kepada beliau, “ Sesungguhnya dia malu (mengemukakannya).” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika dia diam, maka itulah izinnya.” (HR. Muslim)

Dari beberapa hadis yang telah disebutkan di atas dapat dikatakan bahwa dalam Islam, seorang wanita baik gadis maupun janda memiliki hak penuh untuk memilih calon suami bagi dirinya.

Untuk seorang gadis, harus dimintai persetujuan terlebih dahulu sebelum dinikahkan dengan seorang laki-laki. Misalnya, jika kedua orang tua memaksa menikahkan si gadis dengan seseorang dan si gadis tidak setuju atau menolak, penolakan ini bukanlah bentuk kedurhakaan seorang anak terhadap orang tuanya. Adapun hukum memaksa anak perempuan menikah adalah haram.

“Tidak boleh bagi kedua orang tua memaksa anaknya untuk menikah dengan seseorang yang tidak diinginkannya, kalau misalnya dia tidak mengikuti keinginan orang tua, dia tidak dianggap durhaka, seperti halnya memakanan makanan yang tidak diinginkan.” (Al-Ikhtiyaraat).

Begitupun seorang janda. Hak seorang janda dalam Islam adalah menikah dan juga berhak penuh untuk memilih calon suaminya.

Dari Khansa’ binti Khidzam Al Anshariyah bahwa ayahnya mengawinkannya – ketika itu ia janda – dengan laki-laki yang tidak disukainya, kemudian dia menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau membatalkan pernikahannya.(HR. Bukhari)

BACA JUGA: Perempuan yang Siap Menikah

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa seorang wanita dibolehkan untuk memilih calon suaminya sendiri tanpa intervensi dari pihak manapun.

Namun perlu dipahami pula bahwa seorang wanita juga tidak bisa menikah tanpa persetujuan walinya  Karena keberadaan wali merupakan salah satu rukun nikah dalam Islam dan syarat sahnya pernikahan sehingga jika seorang wanita nikah tanpa wali, pernikahannya itu tidak sah.[]

SUMBER: HUKUM ISLAM



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline