Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Work From Home Susah? Ini Solusinya

0

Dampak pandemi yang sedang menyerang, beberapa perusahaan akhirnya memberlakukan work from home (WFH). Ya bekerja di rumah. Yang menurut sebagian orang yang tidak mengalaminya ini menjadi hal yang menyenangkan.

Namun, siapa sangka ternyata bekerja dirumah lebih menantang. Kok begitu? Berikut alasanya.

BACA JUGA: Ramadhan, Stay At Home? Jangan Sia-siakan

1. Terlalu fleksibel, cenderung malas

Saking fleksibel waktunya, beberapa orang malah jadi mager ketika memutuskan berbisnis alias bekerja dari rumah.

2. Tidak fokus karena ada anak

Untuk yang sudah punya anak, satu kesulitan lagi ketika bekerja di rumah adalah tidak fokus karena ada anak. Bagaimana pun anak lebih prioritas dan lebih menarik untuk dimainkan daripada pekerjaan kita. Sehingga banyak yang kelimpungan membagi waktu.

3. Terlalu sibuk bekerja, yang lainnya keteteran

Bekerja sendirian dari rumah biasanya tidak langsung memiliki sistem yang baik, sehingga harus ada trial error terlebih dulu dan sering kali perlu memakan banyak waktu, bahkan bisa jadi kurang tidur atau menelantarkan pekerjaan rumah.

4. Anak atau keluarga merasa tidak diperhatikan

Ketika orangtuanya ada di hadapan mereka tapi asyik dengan laptop atau gadgetnya sendiri, biasanya anak atau anggota keluarga yang lain akan merasa tidak diperhatikan. Bisa jadi bagi mereka lebih baik orangtuanya pergi bekerja ke luar rumah, daripada di dalam rumah tapi mengabaikan keberadaan mereka.

BACA JUGA: Bunda Pilih Mana, Shalat Langsung atau Kerjaan Rumah Dulu?

Lalu bagaimana solusinya?

Pertama, Buatlah target harian dan jobdesk harian yang jelas, pastikan selalu melakukan introspeksi tiap harinya.

Kedua, siapkan ruang khusus untuk bekerja, juga jam kerja khusus tiap harinya. Di jam tersebutlah kita masuk ke ruangn khusus tersebut untuk bekerja tanpa ‘gangguan’ anak. Beri pengertian pada anak bahwa ayah/bunda tidak boleh diganggu pada waktu tersebut karena harus bekerja. Atau titipkan anak pada saudara diwaktu-waktu tertentu.

Ketiga, bentuklah tim yang bisa membantu handle pekerjaan. Ajak bicara anggota keluarga dan mintalah bantuan dari mereka.

Loading...

Keempat, beri pemahaman pada anak mengenai pekerjaan yang sedang ayah/bunda bangun saat ini. []

Sumber: Majalah Ummi



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline