Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Kamar Gelap Ibn al-Haytham

0

“Jika saya diberikan kesempatan, saya punya sebuah solusi untuk mengendalikan banjir Sungai Nil.”

Berawal dari sesumber itulah kehidupan baru Ibn al-Haytham di Mesir dimulai. Reputasinya sebagai ilmuan ternama di Basra sampai terdengar hingga Mesir. Ia tumbuh sebagai ilmuan yang hidup pada era sekolah dan perpustakaan begitu berjaya dalam peradaban Islam.

Saat itu, ilmu matematika, astronomi, optik, dan fisika sudah intens digarap pendahulunya seperti Aristoteles, Euclid, Ptolemy, Al-Kindi, Banu Musa, Thabit ibn Qurra, Ibrahim ibn Sinan, Al-Quhi, dan Ibn Sahl.

BACA JUGA: Dokter Amerika Masuk Islam Karena Satu Ayat

Pada satu waktu, penguasa Mesir di bawah Dinasti Fatimiyah mengundang Ibn al-Haytham ke Kairo untuk membuktikan sesumbarnya membendung Sungai Nil. Dengan segala pertimbangannya, Ibn al-Haytham akhirnya tak bisa menyanggupinya.

Ia pun menyadari konsekuensi hukuman berat siap menanti. Ia pura-pura gila, agar mendapatkan hukuman ringan. Penguasa Mesir akhirnya hanya menempatkannya dalam tahanan rumah.

Namun di sinilah sejarah bermula. Ibn al-Haytham mendapati temuan penting ketika berada di sebuah ruang gelap, saat cahaya menembus dari titik lubang kecil masuk dalam kamarnya. Ia bisa melihat gambar pada objek di luar yang diterangi cahaya matahari (lihat eksperimen).

Merasa penasaran, ia lantas melakukan berbagai percobaan, hingga akhirnya menyimpulkan cahaya bergerak lurus, dan pandangan terjadi ketika cahaya lurus masuk ke mata. Gagasan itu dianggap sebagai sesuatu yang sangat baru saat itu.

Temuan itu kemudian membawanya terbebas dari hukuman. Ibn al-Haytham menghembuskan napas terakhirnya pada 1040 M atau 55 tahun sebelum Perang Salib I berkecamuk.

Sepeninggalnya Ibn al-Haytham, warisan ilmu optik dan karya-karyanya yang lain menjadi pijakan ilmuan selanjutnya. Dunia pun mengenangnya. Dalam buletin Himpunan Optika Indonesia (HOI) September-Desember 2014, pada 2015 dunia memperingati 1.000 tahun pengembangan ilmu optika oleh Ibnu Ibn al-Haytham pada 1015. Pada tahun yang sama juga bertepatan dengan 200 tahun pengetahuan cahaya sebagai gelombang oleh Fresnel di 1815.

Pada 2015 juga bersamaan dengan 150 tahun teori elektromagnetika oleh Maxwell di 1865. Juga tepat 110 tahun teori kuantisasi photon dari efek fotolistrik oleh Einstein di  1905. Pada 2015 juga diperingati 100 tahun teori relativitas khusus yang menempatkan cahaya dalam kerangka rumusan ruang dan waktu oleh Einstein pada 1915, dan 50 tahun pengembangan serat optik yang dirintis oleh Kao di 1965.

BACA JUGA: Kisah Cinta Zainab, Putri Rasul, yang Membuat Haru dan Menggetarkan Jiwa

Sidang Umum ke-68 dari PBB 20 Desember 2013, mengeluarkan resolusi nomor 221 yang menetapkan 2015 sebagai International Year of Light and Light Based Technologies  yang didukung oleh 35 negara. Pada 19 Januari 2015, di markas UNESCO Paris diluncurkan sebuah kampanye pentingnya sains bidang cahaya dengan nama program 1001 Inventions and the World of Ibn Al-Haytham.

Untuk mengenang kontribusi penting ilmuan muslim ini pada dunia optik, namanya diabadikan untuk sebuah kawah di Bulan “The crater Alhazen” dan untuk nama asteroid 59239 Alhazen.[]

Sumber: WAG Muslimah Milenial



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline