Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Ibn al-Haytham, Father Of Modern Optics

0

Kamera ponsel, saku, dan ragam kamera lainnya telah melewati perjalanan panjang inovasi para ilmuan. Salah satu sosok seperti Ibn al-Haytham punya andil meletakkan dasar pengetahuan fotografi modern sejak 1.000 tahun yang lalu.

Penggunaan teropong tunggal sederhana seperti pada film Robin Hood lahir dari rahim ilmu optik. Salah satu tokoh pentingnya adalah Ibn al-Haytham. Ibn al-Haytham yang lahir di Basra (kini Irak) pada 965 M punya kontribusi dalam menjelaskan soal cahaya dan penglihatan.

BACA JUGA: Kebangkitan Peradaban Islam Bermula dari Rumah

Ia juga peletak dasar sebuah metode kamar gelap atau Albeit Almuzlim yang lebih dikenal dengan kamera obscura, sebagai dasar dari fotografi modern saat ini.

Salah satu karyanya yang tersohor berjudul Book of Optics atau Kitab al-Manazir atau De Aspectibus, yang diterjemahkan ke dalam bahasa latin dan jadi rujukan para ilmuan setelahnya. Karena dianggap berjasa, julukan “bapak optik modern”  disematkan kepada Ibn al-Haytham.

Dasar-dasar tentang optik sendiri sebenarnya sudah ada sejak zaman keemasan alam pemikiran Yunani. Namun yang membedakannya, al-Haytham malah melakukan telaah kritis terhadap karya-karya pemikir Yunani terdahulu seperti teori Ptolemy dan Euclid yang mengatakan bahwa manusia melihat benda melalui pancaran cahaya yang keluar dari matanya.

Menurut Ibn al-Haytham, bukan mata yang memberikan cahaya tetapi benda yang memantulkan cahaya menuju mata hingga terjadi penglihatan.

Ia juga dianggap mewarisi apa yang kini disebut sebuah metode ilmiah modern, melakukan percobaan untuk menguji sebuah teori. Profesor Emeritus Sejarah Sains Arab dari Harvard University Abdelhamid Sabra yang juga ahli tentang Ibn al-Haytham menggambarkan sosok ilmuan ini sangat kritis.

BACA JUGA: Kriteria Calon Istri, Al-Khawarizmi Jawab dengan Rumus Ini

Dalam Harvard Magazine edisi September-Oktober 2003, ia menyampaikan apa yang pernah diucapkan oleh Ibn al-Haytham.  “Jika tujuan akhir seseorang belajar adalah mencapai kebenaran, maka ia harus membuat dirinya sebagai musuh dari apa yang semua telah dibacanya.”

Ibn al-Haytham telah memengaruhi para pemikir barat masa pencerahan seperti Roger Bacon, René Descartes, Christian Huygens, Johannes Kepler, Leonardo da Vinci dan lainnya.

Hingga nama lain seperti Robert Boyle dan Robert Hooke yang mengembangkan portable camera obscura, sampai pula Jacques Daguerre dan Joseph Nicephore Niepce yang pada 1822 melahirkan heliografi sebuah foto pertama di dunia hingga lahirnya kamera-kamera modern saat ini. []

Sumber: WAG Muslimah Milenial



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline