Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Mengubah Mindset Tentang Pernikahan

0

Islam telah merancang sucinya pernikahan sebagai jalan ketenangan bagi kedua insan yang mengikatnya dengan visi dan misi yang besar. Kesiapan diri keduanya secara mental, finansial, spiritual, fisik, dan ilmu akan berperan penting untuk membangun sebuah kelompok kecil dalam masyarakat bernama keluarga.

Bagaimana jadinya jika menikah tanpa menyiapkan dirinya untuk hidup berkeluarga? Kelak Anda tidak hanya akan menjadi istri atau suami, namun juga akan menjadi Ibu, dan Ayah sebagai bagian dari pembangun peradaban.

Tumbuhkan cita Anda, kepakkan sayap Anda, dengan tujuan besar yang akan membawa keberkahan bagi dunia dan akhirat Anda. Karena sangat merugi, ketika keinginan untuk menikah hanya dilandasi oleh pikiran yang terlalu duniawi.

Siapkan diri Anda untuk menjadi agen kebaikan bagi keluarga dan sekitar Anda kelak, dan buatlah diri Anda berkualitas sesuai dengan potensi yang Anda miliki. 

Menikah itu artinya kita akan bertemu dengan perbedaan yang begitu nyata antara diri kita dengan diri pasangan kita. Bersiaplah, karena kita akan selamanya hidup dengan perbedaan itu dan membersamainya di sepanjang perjalanan rumah tangga yang kita jalani.

Oleh karena itu, kita perlu melatih diri kita untuk mampu menoleransi perbedaan yang ada, kita harus mengindahkan perbedaan itu agar tidak sampai mengusik ketahanan rumah tangga, dan menerimanya dengan sepenuh jiwa yang lapang.

Dengan tumbuhnya sikap toleransi kita terhadap pasangan, justru kita akan merasakan kemudahan untuk menemukan banyaknya persamaan antara diri kita dengan dirinya. Tentu kita tidak semata hidup bersamanya dengan adanya perbedaan, namun kita pun disatukan dan dikuatkan melalui berbagai persamaan yang menghasilkan keselarasan pada hubungan yang terjalin.

Banyak sepasang suami istri yang berselisih paham hanya karena perbedaan kecil yang ringan dan sebenarnya bisa dimaklumi, misal perbedaan cara melipat baju, cara menuangkan makanan ke mangkuk, ataupun perbedaan-perbedaan kecil lainnya.

Kita seakan sibuk dengan hadirnya perbedaan, mengkoreksi cara yang sudah biasa pasangan kita lakukan, dan menuntut pasangan kita agar mengubah caranya menjadi cara kita. Pada akhirnya, kita lebih fokus mengeluhkan perbedaan yang tidak bersifat prinsip, hingga sulit menemukan chemistry atas persamaan diri kita dengan dirinya.

Banyak dari pasutri yang sibuk berkutat dengan sudut pandangnya sendiri, tanpa menggunakan ‘kacamata’ pasangannya. Sehingga mereka gak mengetahui, bahwa kebutuhan tiap orang itu pasti berbeda-beda.

Selagi perbedaan itu tidak menyalahi Aqidah agama, maka yakinilah bahwa perbedaan itu Allah tetapkan sebagai bahan belajar agar kita lebih mengenali dan menerima pasangan kita seutuhnya sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah.

Jika sedari awal kita gak benar dalam memahami hakikat pernikahan yang sesungguhnya, maka besar resikonya kelak kita akan bertemu dengan jarak dan kesenjangan pada hubungan suami istri yang terjalin.

Maka, betapa pentingnya kita merumuskan tujuan yang sama dalam kehidupan berumah tangga, juga mempersiapkan ilmu pernikahan yang menyangkut banyak hal dengan maksimal, yakni agar kita gak terkejut dengan banyaknya perbedaan yang ada, hingga akhirnya kita pun akan terlatih dalam menghadapi segala dinamikanya. []



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline