Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Makruhnya Membeda-bedakan Pemberian pada Anak

0


Dari An Nu’man bin Al Basyir ra., bahwa ayah Nu’man pernah membawanya menghadap rasulullah saw., lalu berkata: “Saya pernah memberikan kepada anakku ini seorang budak yang dulu kepunyaanku.”

Rasulullah saw., bertanya: “Apakah masing-masing anakmu kamu beri seperti anakmu ini?”

Ayah Nu’man menjawab: “Tidak.”

Maka Rasulullah saw., bersabda: “Kalau begitu tariklah kembali pemberianmu (kepada Nu’man) itu.”

Dalam riwayat dikatakan: “Rasulullah saw., bertanya: “Apakah kamu juga berbuat semacam ini terhadap anakmu semua?”

Ayahku (Ayah Nu’man) menjawab: “Tidak.”

Rasulullah saw., bersabda: “Takutlah kepada Allah dan berbuatlah adil terhadap anak-anak kalian.”

Ayahku pun kembali, lalu mengembalikan sedekah itu.

Dalam sebuah riwayat dikatakan: “Hai Basyir, Apakah kamu mempunyai anak lagi selain anak ini?”

Ayah menjawab: “Ya.”

Rasulullah saw., bertanya: “Apakah semua anakmu kamu beri hadiah seperti ini?”

Ayah menjawab: “Tidak”

Rasulullah saw., bersabda: “Kalau begitu janganlah kamu jadikan aku sebagai saksi, sebab aku tidak menjadi saksi perbuatan aniaya.”

Dalam riwayat lain dikatakan: “Jangan jadikan aku sebagai saksi atas perbuatan aniaya.”

Dalam riwayat lain: “Mintalah persaksian akan hal ini kepada orang lain selain aku.” Kemudian rasulullah saw., meneruskan: “Apakah menggembirakanmu, jika ketaatan anak-anakmu kepadamu sama?”

Ayah menjawab: “Begitulah.”

Loading...

Rasulullah bersabda: “Maka jangan (mengutamakan anak yang melebihi yang lain) kalau begitu.” (HR. Bukhari dan Muslim). []

Sumber: http://parentingislami.net/



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline