Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Feminisme, Adakah dalam Islam?

0

Tak ada satupun urusan yang ditinggalkan dalam Islam. Termasuk soal feminisme. Nah, bagaimana Islam memandang soal feminism ini.

Al-Quran sudah dengan jelas memuliakan perempuan dengan kehadiran satu surat khusus di antara 114 surat yang ada di dalamnya, yaitu surat Annisa. Surat ini memuat aturan bagaimana seharusnya perempuan berlaku dalam pernikahan, keluarga dan sektor kehidupan lainnya.

Tak dapat dibantah, Islam datang sebagai ajaran agung yang mengeliminasi tindakan-tindakan diskriminasi kaum Jahiliyah atas perempuan. Tidak hanya itu Islam juga menetapkan hak warisan, menegaskan persamaan status secara asasi antara laki-laki dan perempuan, pelarangan nikah tanpa jaminan hukum bagi perempuan dan menetapkan tata cara perceraian yang manusiawi dan bertanggung jawab.

Penghargaan Islam atas keberadaan perempuan telah teraplikasi di semua sisi kehidupan Nabi Muhammad Saw. terhadap istri- istri beliau, anak perempuan maupun interaksi beliau dengan masyarakat perempuan pada masa itu.

Dinamisme aktivitas perempuan masa risalah tercermin dalam kajian-kajian keilmuwan yang dipimpin langsung oleh Rasulullah Saw. yang melibatkan para sahabat dan sahabiyat. Terlihat jelas bagaimana perempuan mendapat hak yang sama untuk menimba ilmu, mengkritik dan berpendapat.

Bahkan atas permintaan para sahabiyat sendiri, Rasulullah Saw. berkenan menyediakan waktu khusus untuk mereka agar mendapat kesempatan belajar lebih banyak dan berdiskusi dengan Rasulullah Saw.

Terlihat juga ragam dinamika perempuan pada masa Rasulullah Saw. dalam panggung bisnis, pendidikan, keagamaan dan sosial bahkan ikut serta membantu perjuangan Islam.

Ummul mukminin Khadijah Ra. adalah salah satu tokoh bisnis terkemuka di Makkah pada masa itu. Aisyah Ra. adalah perawi hadis yang terkenal dan banyak para sahabat dan tabi’in yang meriwayatkan hadist dari beliau. Sebenarnya suara-suara kebangkitan perempuan telah terdengar dari pertanyaan dan protes Ummu Salamah atas eksistensi perempuan, ketika beliau bertanya: “Ya Rasulallah..aku belum mendengar Allah menyebutkan kaum perempuan”, pernyataan Ummu Salamah ini telah menjadi sababun nuzul turunnya ayat 195 dari surat Ali Imran: “Allah telah memperkenankan permohonan mereka: “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amalan diantara kamu, baik laki- laki maupun perempuan.”

Islam telah mengangkat derajat kaum perempuan, sesuatu yang belum pernah diberikan oleh peradaban sebelum Islam seperti peradaban Yunani, Romawi, Arab jahiliyah, agama Nasrani dan Hindu. Lebih parah lagi sejarah Eropa dan Inggris telah menempatkan perempuan pada kasta terendah di tatanan masyarakat mereka.

Meski demikian hal-hal ini tetap tidak bisa membebaskan Islam dari pandangan negatif Barat tentang aturan-aturan Islam yang mereka anggap kaku dan menjerat perempuan dalam mata rantai tugas-tugas rumah tangga saja.

Tidak hanya itu, mereka juga menyorot terjadinya kasus tindak kekerasan yang menimpa perempuan, kecilnya ruang partisipasi perempuan di sektor politik dan publik. Ditambah lagi dengan himpitan kenyataan nasib kaum perempuan di banyak negara yang secara mewakili dunia Islam seperti Saudi Arabia, Sudan, Pakistan, Bangladesh dan lain sebagainya.

Sekarang apakah tatanan Islam akan dilihat secara umum atau sekadar parsial saja yang mengedepankan fenomena-fenomena yang terjadi di negara-negara Islam? Ataukah Islam akan dipandang sebagai way of life yang benar-benar universal?

Bagaimanapun juga Barat seharusnya lebih dalam mengkaji bangunan Islam dan menjauhkan diri dari tendensi negatif terhadap Islam yang berangkat dari tesis-tesis ketidakpahaman terhadap Islam.

Walaupun demikian kita umat Islam tidak bisa menutup mata dari kasus-kasus yang menyebabkan lahirnya pandangan negatif umat lain terhadap ajaran Islam, karena keagungan suatu konsep Islam akan suram bila tidak dibarengi dengan implementasi yang riil dari umat Islam itu sendiri. []

Sumber: bulletin menara



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline