Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Anak Anda Pubertas? Ini Ciri-cirinya! (1)

0

Anak Anda sudah mulai pubertas? Bukan sesuatu yang gawat dan bahaya kok. Itu adalah ketentuan Allah. Para psikolog mencatat sejumlah fenomena kejiwaan dalam jumlah besar pada anak pubertas.

Fenomena-fenomena ini tidak terjadi pada satu anak saja, selain juga adanya perbedaan dari satu anak anak ke anak yang lainnya. Begitu pula pada satu waktu ke waktu yang lain. Dan di antara yang dicatat para psikolog adalah:

Keinginan untuk menyendiri dan mengisolasi diri.

Pada fase akhir anak-anak, kecenderungan untuk berteman dengan orang lain berada pada puncaknya, kemudian pada saat baligh, anak akan cepat kehilangan kecenderungannya pada mainan.

Ia pun menarik diri dan menghabiskan sebagian besar waktunya seorang diri. Dan tidak ada yang mampu menembus sikap menyendiri selain orang yang dipercaya sang anak puber.

Enggan bekerja dan beraktivitas.

Pada fase akhir anak-anak, sifat dinamis anak akan perlahan surut, kemudian anak akan mudah letih ketika beraktivitas dan terkadang mengabaikan kewajiban-kewajiban sekolahnya. Ini sebenarnya bukan karena rasa malas, namun akibat dari tabiat pertumbuhan yang cepat melampaui potensinya.

Celaan yang diarahkan pada perubahan ini kadang membuahkan hasil yang tidak menggembirakan. Maka cukuplah dengan mencari aktivitas sesuai dengan kesanggupannya.

Tidak saling menguatkan dan tidak seimbang dalam hal kemampuan motorik.

Pertumbuhan yang terlalu cepat akan membuat seorang anak puber matang tidak pada waktunya—terutama menyangkut pelatihan akan perkembangan kemampuan motoriknya.

Jika sedikit sekali yang dipelajari untuk kemampuan motoriknya, maka akan menyebabkan hilangnya keseimbangan dan lenyapnya ketangkasan dalam bergerak. Ia juga akan linglung dalam berjalan, dan kemampuan geraknya mulai berkurang sedikit demi sedikit.

Merasa bosan dan tidak nyaman.

Kegiatan-kegiatan yang dahulu dinikmati oleh seorang anak di masa kanak-kanaknya tidak bisa lagi dinikmati di masa ini. Ia mulai menemukan bahwa sedikit sekali aktivitas- aktivitas baru yang bisa menyenangkan dirinya, dan akibatnya ia akan selalu merasa jemu.

Maka kewajiban orangtua adalah membuat terobosan baru dengan cara-cara yang menghibur, dan menarik perhatian sehingga seorang remaja usia puber bisa konsisten dari satu kegiatan ke kegiatan yang lainnya. Terlalu banyak kegiatan hanya akan membuatnya terganggu, dan senantiasa resah.

Menolak dan membangkang.

Orientasi seorang anak memiliki kecenderungan untuk menolak dan memusuhi keluarga, teman-teman, dan masyarakat secara umum.

Loading...

Oleh karena itu ia terus-menerus berada dalam kondisi gundah dan sedih. Dan ini menjadikannya merusak kebahagiaan orang lain dengan cara menyalahi, menentang, tidak mau saling menolong dan menolak segala keinginan-keinginannya.

Di rumah ia menjadi pecemburu terhadap saudara-saudaranya, dan suka mengkritik mereka.

Terkadang ia mencaci-maki dan berkelahi dengan mereka tanpa sebab yang jelas, menentang mereka dengan suatu maksud tertentu, banyak berdebat dengan semua anggota keluarga hanya untuk melampiaskan kesulitan-kesulitannya, terutama kepada saudara-saudaranya. Ia juga acapkali menciptakan perkelahian dengan sebab-sebab yang sepele.

Sebenarnya ia hanya sedang memperkenalkan kepada lingkungan sekitarnya bahwa dirinya sudah besar. Tidak berguna menjelek-jelekkan dan memukulnya, sebaliknya anak usia ini butuh didampingi dan ditemani.

Maka siapa saja yang berhasil melakukan hal ini maka ia telah mampu mengendalikan seorang remaja usia puber dengan mudah dan sederhana.

Keinginan untuk bebas dan melawan segala tindak kesewenang–wenangan.

Pada masa-masa ini, selalu terjadi pertengkaran dan pertentangan yang lebih besar dengan kedua orangtua, terutama ibunya yang paling banyak bersentuhan dengannya di rumah sejak kecil.

Setiap kali ibunya lebih banyak bertoleransi dan tidak banyak mengekang maka akan berkurang semua konflik ini. Akan lebih baik lagi kalau seorang ibu menelan pahitnya sebagian kesalahan kecil tanpa harus mengomentarinya.

Pembangkangan seorang anak usia remaja akan terus bertambah setiap kali ia merasakan bahwa semua upaya perlawanan terhadap kesewenang-wenangan selalu menemui kegagalan.

Terkadang hukuman akan membuatnya menarik diri—membawanya ke arah ketaatan yang sebenarnya tidak ia inginkan. Akan tetapi secara umum ia akan menjadi penebar kekacauan di tengah-tengah orang lain. []

BERSAMBUNG



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline