Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Wanita Sholehah Ini, Seorang Mahasiswi dan Pemulung

0

Siapa sangka, wanita pemulung ini adalah seorang mahasiswi. Dengan hijab lebar dan kantong karung yang ia bawa, Asma (nama samaran) bekerja keras untuk menghidupi keluarga dan biaya sekolahnya. Ia adalah mahasiswi jurusan akutansi dan menjadi mahasiswi terpandai di kelasnya.

Saat kelas usai, dia pergi ke perpustakaan, “Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga. Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa memimpin dunia.” Itu alasan Asma kenapa saat istirahat dia lebih senang ke perpustakaan daripada tempat lain.

Sore hari setelah kuliah usai, Asma menuju salah satu sudut kampus. Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan pengajian bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di Universitas tersebut. Setelah itu, dia bergegas keluar dari komplek kampus.

Namun dia tidak naik kendaraan untuk pulang. Sambil berjalan, dia memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yang dia temui di sepanjang jalan. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km. Selama berjalan itulah, dengan menggunakan karung plastik, dia memperoleh banyak plastik untuk dia bawa pulang.

Rumah Asma jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang adiknya yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang mereka pinjam dari saudara mereka di daerah Bogor. Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai ke rumahnya Asma menumpang truk. Sopir truk yang lewat, sudah kenal dengannya, sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang. Setelah truk berhenti dengan tangkas dia naik ke bak belakang lewat sisi samping yang tinggi itu.

Asma sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung sampah inilah mereka hidup dan Asma kuliah.

Ini adalah cerita nyata yang yang ditayangkan di salah satu stasiun TV sore (26/5/2008). Asma menjadi Pemulung untuk membiayai kuliah dan melanjutkan hidupnya. Ayahnya, adalah seorang karyawan di sebuah tempat hiburan di daerah ancol, Jakarta Utara. Setiap hari ia mengumpulkan bola bowling . Sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga sederhana. Adiknya yang pertama, duduk dibangku kelas 3 SMU Negeri. Adiknya yang kedua, duduk dibangku kelas 2 di SMU yang sama. Adiknya yang ketiga, duduk dibangku kelas 6 SD. Sementara tiga adiknya yang lain juga masih sekolah disekolah yang sama.

Semangat dalam belajar dan bersabar dalam meniti jalan kehidupannya membuat Asma dapat dikatakan memiliki suatu yang lebih diantara kawan sebayanya. Meskipun terkadang hanya makan sekali dalam sehari tidak membuatnya kehilangan energi dalam menuntut ilmu. Asma yang memang dikenal juga anak yang pandai bergaul dan periang ini bergabung bersama kawan-kawannya di salah satu kegiataan mahasiswa muslim.

Ust. Fulan, salah seorang Pembina kegiatan merekomendasikan Asma untuk mendapat bantuan beasiswa melalui DPU DT. Alhamdulillah, setelah mengikuti seleksi akhirnya Asma lolos menjadi anggota program Bea Mahakarya DPU DT. Dalam program Bea Mahakarya ini selain mendapat bantuan finansial ia juga memperoleh serangkaian pendidikan dan pelatihan yang dapat menjadi bekal bagi dirinya kedepan. []

Sumber: myfitriblog.wordpress.com



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline