Breaking News
Foto: ready4life.me

Ayahku Seorang Tukang Batu

Seorang ayah tanpa sengaja mendengar percakapan istri menasehati anaknya yang merasa rendah diri karena ayahnya seorang tukang batu (kuli).

“Nak apakah kamu tahu, bahwa gedung bertingkat, jalan tol, jembatan layang bisa digunakan butuh orang seperti ayahmu untuk mengerjakannya, memang ada para pengusaha dan investor untuk membiayainya.”

“Ada arsitek dan desain interior yang merancangnya dan juga ada para manager dan mandor yang mengawasinya.”

“Tapi tanpa ada orang seperti ayahmu yang menggali tanah, mengaduk pasir dan semen, menyusun batu kali untuk pondasi, kemudian menjadikannya sebuah tembok yang kokoh dan tidak mudah ambruk, semua impian mereka tidak akan terwujud tanpa orang-orang seperti ayahmu.”

“Di setiap rumah sakit, bank, gedung perkantoran, terdapat sidik jari dan butiran keringat ayahmu, yang melekat didinding bangunan itu,” lanjut si ibu dengan kasih sayang.

Si anak kemudian menghampiri dan memeluk ibunya sambil berkata, “Terimakasih ibu, engkau telah membuat saya percaya diri dan bangga mempuyai ayah seorang tukang batu”.

Si ayah yang mendengar percakapan mereka masuk dan berkata, ”Terimakasih kalian telah membuat hidup ayah menjadi sangat berarti,” kata si ayah sambil mengelap air mata.

Hargailah seseorang atas apa yang telah diperbuatnya untuk orang banyak, dan jangan lihat siapa orangnya. []



Artikel Terkait :

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Jangan Tinggalkan Shalat

Tidak semua ibadah termasuk rukun Islam. Ini menunjukkan ibadah-ibadah yang termasuk rukun Islam adalah ibadah yang sangat penting dan urgen. Dan diantaranya adalah shalat.

Tinggalkan Balasan