Breaking News

Bentengi Anak dari Maksiat, Begini Caranya

Maksiat. Tidak hanya perlu diwaspadai untuk remaja dan dewasa saja. Melainkan perlu dicegah sejak dini. Bibit penyakit maksiat perlu diantisipasi sejak kanak-kanak karena akan menjadi pengetahuan yang mudah diterapkan anak secara sadar atau tidak sadar.

Pada dasarnya anak-anak adalah peniru paling ulung. Ia mudah menirukan apa yang ia lihat dan dengar untuk kembali ia lakukan. Dengan demikian para orangtua harus waspada dan membentengi anak-anak dari maksiat sejak dini.
Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan. Di antaranya, dengan menghindarkan anak dari sebab-sebab menularnya kemaksiatan itu. Seperti memilihkan teman-teman yang shalih, tidak membebaskan pergaulan anak begitu saja, terus mengawasi pergaulan anak, tidak menghadirkan media penyebar kemaksiatan nomor satu di dalam rumah (baca: televisi), dan usaha-usaha lain yang bersifat preventif.

Selain itu, usaha pencegahan ini harus pula dilakukan dengan pendidikan keagamaan yang memadai. Karena sesungguhnya faktor utama yang mampu mencegah seseorang berbuat maksiat adalah agamanya. Semakin kuat agama seseorang, niscaya dia akan semakin jauh dari perbuatan maksiat. Seandainya pun dia berbuat maksiat, maka dengan agamanya dia akan berusaha untuk segera bertaubat sehingga setelahnya dia menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Agama menjadikan tauhid sebagai pondasi utamanya. Tidaklah seorang pun Rasul diutus, kecuali dia pasti menyerukan tauhid. Bahkan tauhid menjadi seruannya yang paling utama dan pertama. Tidak lain karena tauhid inilah yang akan menentukan kebaikan dan keburukan seorang hamba. Semakin sempurna tauhid semakin baiklah dia. []

Sumber: Majalahsakinah



Artikel Terkait :

About Tia

Check Also

hambatan belajar anak

Apakah Anak Anda Alami Depresi?

Sama seperti orang dewasa anak-anak mengalami perubahan perasaan. Mereka bisa merasa bosan, cemas, sedih, kecewa, malu, dan takut. Orang dewasa yang memiliki kematangan psikologis cenderung tahu bagaimana mengontrol perasaan-perasaan tersebut. Sementara anak-anak, cenderung belum bisa mengontrol dan mengelolanya dengan cara yang baik dan sehat. Penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

Tinggalkan Balasan