Breaking News
Picture: Zilzar Life

Menyesal Kehormatan Direnggut Pacar, Bagaimana Saya Bertaubat?

Saya seorang gadis (21th). Saat ini tengah menjalani hubungan pacaran dan pernah berhubungan seks dengan pasangan. Setelah melakukan kesalahan itu, saya menyadarinya sehingga saya tidak pernah mengulanginya lagi. Namun sampai sekarang status kami masih pacaran.

Lambat laun saya menyadari bahwa berpacaran yang saya lakukan sebenarnya sangat tidak disukai Allah. Sebenarnya kami pun sekarang tidak pernah bersentuhan jika bertemu. kami juga sangat jarang bertemu. Kami hanya komunikasi lewat sms saja.

Sebenarnya saya ingin sekali putus supaya saya bisa lebih dekat ke Allah dan mohon ampun atas dosa-dosa saya dahulu. Tapi, saya udah berulang kali minta putus, namun dia tidak mau. Alasannya, dia yang telah merenggut kesucian saya, maka dia juga yang menikahi saya.

Selain itu, dia juga mengaku sangat mencintai saya dan gak bisa berpindah ke lain hati. Sebenarnya, dia udah pengin banget nikahin saya, tapi karena masih kuliah dan belum punya kerja, kami belum diperbolehkan menikah oleh ortu kedua belah pihak.

Lantas, apa yang harus saya lakukan?

Jawaban:

Jangan tertipu oleh bujuk rayu lelaki yang mengaku mencintai Anda, tapi mengajak Anda masuk ke dalam kubangan dosa serta jauh dari Allah SWT. Semanis apapun ucapan janjinya.

Jika Anda tetap mengikuti rayuan semu lelaki itu, Anda akan berlarut-larut dalam dosa dan maksiat sehingga membuat hidup penuh dengan kegelisahan, kesedihan dan kesempitan, serta hati pun hampir-hampir tak pernah merasakan ketenangan dan kebahagiaan yang hakiki.

Meski lelaki itu berjanji untuk menikahi sebagai bentuk tanggung jawabnya, tapi tidak disertai adanya kemampuan nafkah lahir dan batin, itu pun tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Sebab, kondisi itu akan menimbulkan banyak kerusakan saat berumah tangga.

Jadi, putuskan saja pacarmu dan bertaubatlah kepada Allah SWT. Lebih percayalah pada janji Allah SWT daripada lelaki yang menjanjikan sesuatu yang tidak bisa ia jamin.

“Sesungguhnya Taubat di sisi Allah hanyalah Taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang Kemudian mereka bertaubat dengan segera, Maka mereka Itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisa’: 17). []

Cerita disadur dari: Majalahsakinah.com



Artikel Terkait :

About Tia

Check Also

Anak Gembala yang Amanah

“Hei anak muda, engkau berpuasa di hari yang panas sambil menggembala pula?”

Tinggalkan Balasan