Breaking News

Dengan Kondisi Seperti Apa Perceraian Dibolehkan?

<strong>Rumah tangga seseorang tidak selamanya mulus berjalan sesuai harapan pasutri. Problematika keluarga pasti muncul menghadang.

Yang sangat disayangkan, ada tipe-tipe suami yang sangat mudah menceraikan istrinya, dan di sisi lain banyak juga suami yang tidak berani menceraikan istrinya, karena besarnya rasa kasihan terhadap anak-anaknya atau karena faktor-faktor lain. Padahal, ia harus menanggung beban dan tidak mendapatkan kebahagiaan sama sekali dari rumah tangga yang ia bina selama ini

Agar seorang suami tidak salah langkah, perlu diketahui bahwa Islam memang mensyariatkan perceraian dengan batasan-batasan yang jelas dan menjadikan perceraian itu di tangan suami. Artinya, suami memiliki hak untuk menceraikan istrinya jika ia mendapatkan sebab untuk menceraikan istrinya.
Kapan boleh cerai?

Hukum asal perceraian adalah makruh, berdasarkan firman Allah, “Dan jika mereka ber’azam (bertetap hati untuk) menjatuhkan talak, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (al-Baqarah: 227)

Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin -rahimahullah- menegaskan, “Ayat ini mengisyaratkan adanya ancaman bagi yang menceraikan istrinya, hal ini menunjukkan bahwa perceraian itu hal yang tidak dicintai Allah.” (Syarhul Mumti’ XIII/8)

Akan tetapi, perceraian dibolehkan jika memang suami membutuhkan perceraian, mungkin karena buruknya perangai istrinya atau perbuatan istrinya yang tidak ia sukai. Perlu diketahui juga, perceraian juga bisa haram, sunah, bahkan wajib. Semuanya dikembalikan kepada sebab perceraianya tersebut.

Jika seseorang menceraikan istrinya dalam keadaan haid atau suami akan terjerumus dalam zina jika menceraikannya, maka perceraian dalam kondisi seperti ini hukumnya haram.

Jika seseorang menceraikan istrinya disebabkan lalainya istri terhadap kewajiban-kewajibannya terhadap Allah, seperti shalat atau bahkan mungkin istrinya tidak menjaga kesucian dirinya, maka meceraikan istri dalam kondisi seperti ini hukumnya sunah.

Bahkan perceraian bisa menjadi wajib hukumnya, yaitu ketika suami telah bersumpah untuk tidak menggauli istrinya dan ia tidak mau rujuk dari perkataannya, atau ketika rumah tangga tidak mungkin disatukan kembali dan hakim telah memutuskan untuk memutus tali pernikahan mereka berdua.

Sumber: Majalahsakinah.com



Artikel Terkait :

About Tia

Check Also

Ingin Rezeki Suami Lancar? Lakukan Amalan Ini

Istri yang sosoknya terlihat lemah, ternyata memiliki energi yang luar biasa. Sebagai seorang istri, wanita mampu menjadi inspirasi yang mampu menghantarkan sang suami ke jenjang kesuksesan yang sepintas mustahil dijangkaunya.

Tinggalkan Balasan