Breaking News
Foto: Dream

Bolehkah Perempuan Melakukan Qamat?

Qamat ialah pemberitahuan dengan ucapan-ucapan khusus bahwa shalat akan segera dimulai. Qamat hukumnya sunat muakad. Dan seseorang yang berdo’a sesudah qamat, doanya akan dikabulkan.

Jika selama ini kita tahu bahwa perempuan tidak dituntut untuk melakukan adzan, bahkan sebagian ulama melarangnya karena menganggap suara perempuan sebagai aurat.

Lalu bagaimana dengan iqamat, adakah tuntutan atau larangan bagi perempuan melakukan qamat?

BACA JUGA: Wajibkah Wanita Mengqadha Shalatnya?

Qamat ialah pemberitahuan dengan ucapan-ucapan khusus bahwa shalat akan segera dimulai. Qamat hukumnya sunat muakad. Dan seseorang yang berdo’a sesudah qamat, doanya akan dikabulkan.

Dari Suhail bin Salad Ra. Rasulullah SAW bersabda, “Doa orang yang mendoa sesudah qamat untuk shalat, dan do’a orang yang berada dalam barisan perang fi sabilillah, tidak ditolak.” (HR Ibnu Hibban)

Lalu dalam hal ini, jika perempuan dituntut untuk tidak melakukan adzan, apakah ada tuntutan baginya untuk melakukan qamat?

Dari Jumhur Ulama didapatkan sebagai berikut:

Hukum iqamat sama seperti hukum adzan. Artinya perempuan tidak dituntut untuk melakukannya.

BACA JUGA: Mengondisikan Si Kecil Saat Shalat, Begini

Imam Maliki berpendapat bahwa jika perempuan melakukan qamat untuk shalat, adalah baik, artinya boleh dan disukai (sunat). Jika tidak melakukannya, tidak berdosa. Dan dia tidak boleh qamat bila ada seorang laki-laki atau lebih didekatnya.

Imam Syafii berpendapat jika perempuan melakukannya, maka itu adalah sebuah kebaikan.

Bahkan Ishaq dan Ibnu Mundzir mengatakan perempuan boleh adzan dan qamat.

Sumber: Fiqih Perempua/Penulis: Muhammad ‘Athiyah Khumais/Penerbit: Media Da’wah



Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

Mengajarkan Adab Masuk Kamar Mandi pada Anak

Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan 'bismillah'

Tinggalkan Balasan