Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Mulia dalam Pandangan Islam

0

Oleh: Oktavia Nurul Hikmah, Mahasisiwi Universitas Airlangga

MULIA adalah predikat yang begitu tinggi. Ia tidak bisa diberikan kepada sembarang manusia. Predikat tersebut selayaknya tidak ditentukan oleh manusia sendiri. Pasalnya, pandangan manusia terbatas dan bisa keliru.

Karena itu ukuran kemuliaan perempuan harus berasal dari Allah SWT. Dialah Yang menciptakan perempuan dan yang memahami tujuan dari penciptaannya. Jika tujuan penciptaan manusia adalah untuk menyembah Allah SWT maka derajat kemuliaan manusia seharusnya ditentukan dari seberapa besar ia dapat menghambakan dirinya di hadapan Sang Khalik.

BACA JUGA: Puasa Itu untuk Meraih Takwa

Dari sinilah konsep takwa seharusnya menjadi tolok ukur kemuliaan seseorang. Sebab, takwa hakikatnya adalah ketundukan seorang hamba di hadapan Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Mahatahu lagi Maha Mengenal (QS al-Hujurat [49]: 13).

Islam memberikan penghargaan yang sangat besar terhadap perempuan. Perempuan memiliki peran penting dalam membentuk peradaban karena fungsinya sebagai ibu generasi. Hukum syara’ mengatur bahwa perempuan yang diberikan Allah keistimewaan melahirkan generasi. Perempuan pula yang berperan sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.

Perempuan juga memiliki peran politik untuk terlibat dalam aktivitas amar ma’ruf nahi munkar. Sesungguhnya kemuliaan perempuan akan terwujud ketika ia melaksanakan perannya sebagaimana yang dituntut oleh hukum syara’.

Kondisi memprihatinkan yang dialami perempuan saat ini sesungguhnya tak terlepas dari lenyapnya ketundukan kepada Allah. Sistem kehidupan kapitalistik telah memaksa perempuan untuk melepaskan fitrahnya sebagai ibu generasi. Para ibu terpaksa bekerja mencari nafkah karena sempitnya penghidupan. Akibatnya, peran ibu tergantikan. Anak-anak tumbuh tanpa sentuhan pendidikan dan kasih sayang ibunya.

Perempuan yang begitu dijaga kehormatannya dalam Islam menjadi sasaran berbagai tindak kejahatan dalam kehidupan kapitalistik. Pelecehan di tempat kerja dan tempat-tempat umum merupakan bahaya yang dihadapi perempuan saat ini.

Kondisi demikian pun menimpa anak-anak yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Hal ini diperparah dengan gaya hidup liberal yang diaruskan melalui tayangan media dan sistem pendidikan yang tidak Islami. Ancaman bagi kehormatan perempuan dan anak-anak sedemikian kuatnya mengintai. Inilah buah dari pembangkangan massal terhadap hukum-hukum Allah.

BACA JUGA: Bertakwa Dimana Saja

Ketika aturan Allah diabaikan, dipersempit hanya dalam perkara-perkara personal seperti ibadah maghdah, maka penghidupan yang sempit akan ditimpakan kepada manusia.

Sesungguhnya tak ada jalan lain untuk mengembalikan kemuliaan perempuan kecuali dengan mengembalikan fitrah kita sebagai manusia untuk tunduk kepada aturan Allah.

Loading...

Penerapan syariat secara kaffah akan mengembalikan fitrah perempuan sebagai ibu generasi serta menjamin kemuliaan dan kehormatannya. Mari kita berjuang agar aturan Allah bisa diterapkan di dalam kehidupan. Tidak ada masa untuk menunda, mari kita sampaikan nasihat sekarang juga. []

Sumber: Islampos



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline