Breaking News
Foto: Currys

Dia Adalah Pembantu yang Ikut Ibunya

Panggil saja Son, begitu. Bukan nama sebenarnya. Dia anak yang cerdas, rajin dan cukup keren. Setidaknya itu pendapat perempuan yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Gajinya pun lumayan.Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor.

Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman-teman kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan perempuan yang masih melajang. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia berkerja juga menaruh perhatian khusus pada Son.

Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar.

Wanita tua ini betul-betul seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting.

Wanita tua ini tidak lain adalah ibu kandung Son. Walau demikian, sang ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu-satunya, Son.

Namun Son adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya.

Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat di rumahnya, Son selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. “Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan,” jawab Son.

Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.

Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. Son mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya dikerjakan oleh Ibunya.

Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di daerah sulit sekali mecari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat Son jadi stress dan uring-uringan di rumah.

Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, Son melihat sebuah kotak kecil.

Di dalam kotak hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan Son. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik.

Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.

Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, Son cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu.

Dia adalah Ibu kandung Son. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya.

Spontan air mata Son menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, Son langsung bersujud di samping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini.

Loading...

Sang ibupun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. “Yang sudah-sudah Nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi.” Setelah sembuh, Son bahkan berani membawa ibunya berbelanja ke supermarket. []

Sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?id=213027188827839&story_fbid=252347591562465



Artikel Terkait :

About Ummu Khadijah

Check Also

Jangan Tinggalkan Shalat

Tidak semua ibadah termasuk rukun Islam. Ini menunjukkan ibadah-ibadah yang termasuk rukun Islam adalah ibadah yang sangat penting dan urgen. Dan diantaranya adalah shalat.

Tinggalkan Balasan