Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Wanita, Lemah lembut dalam hal ini sunnah loh

0

Baiknya masing-masing dari penjual dan pembeli menampakkan sikap yang ramah, tidak menampakkan perilaku keras atau kasar saat tawar menawar harga atau berdebat. Itulah lemah lembut yang dimaksud.

Pembeli juga hendaknya tidak mengurangi hak penjual dengan meminta untuk menurunkan harga yang tidak dapat dilakukan orang penjual, atau terus-menerus meminta sesuatu yang akan merugikan penjual.

BACA JUGA: Anak-anak Bertransaksi Jual Beli, Memang Boleh?

Begitupun penjual, hendaknya tidak merugikan pembeli dengan cara meninggikan harga atau yang lainnya. Pada intinya, hendaknya interaksi penjual dan pembeli dibangun di atas keramahan dan kelemah lembutan.

Dalilnya dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semoga Allah merahmati orang yang ramah ketika menjual, membeli dan ketika menuntut.”(HR Bukhari: 2076)

Begitu pun saat seseorang menuntut kepara orang lain untuk menunaikan haknya, maka disunnahkan pula untuk menuntutnya dengan lemah-lembut dan mudah. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dan ketika menuntut.”

Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Dan ketika menuntut.” Artinya meminta haknya dengan mudah dan tanpa mendesak.

Dalam riwayat yang dihikayatkan oleh Ibnu At-Tin, “Dan ketika menuntut.” Artinya memberikan apa yang menjadi kewajibannya dengan mudah dan tanpa menunda-nunda.

Sedangkan dalam riwayat Tirmidzi dan Hakim dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu secara marfu’, “Sesungguhnya Allah mencintai sikap yang ramah dalam menjual, ramah dalam membeli dan ramah dalam membayar utang.” (HR Tirmidzi: 1319)

BACA JUGA: Berjual Beli dengan Allah [1]

Dalam riwayat Nasa’i dari hadis Utsman radhiyallahu ‘anhu secara marfu’, “Allah akan memasukkan ke surga seorang laki-laki yang mudah dalam membeli, menjual, membayar dan menuntut.” (HR An Nasa`i: 4670)

Dalam riwayat Ahmad dari hadis Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu sepertinya. Padanya terdapat anjuran untuk memberi kemudahan dalam bermuamalah, menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak, tidak pelit, serta anjuran untuk tidak menyulitkan manusia dalam menuntut dan memaafkan mereka.” (Al Fath, hadis: 2076).[]

Sumber: Hadiah Indah Penjelasan Tentang Sunnah-Sunnah Sehari-hari/Karya: Abdullah Hamud al Furaih/Penerbit: Darussalam



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline