Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ibu Tak Punya Hati, Apa Harus Dihormati?

0

Tidak semua ibu memiliki kasih sayang yang tulus dan berhati lembut kepada anak-anaknya. Ada diantaranya yang tega menelantarkan anaknya.

Bahkan ada yang tidak peduli terpenuhi atau tidak kebutuhan sehari-harinya. Lalu bagaimana Islam memandang ibu yang tidka punya hati seperti itu?

BACA JUGA: Ibu Selalu Bersabar pada Anaknya, Ini Sebabnya

Ternyata, meski begitu Allah Subhanahu wa Ta’ala tetap mengabadikan perjuangan mereka dalam melahirkan buah hatinya. Diabadikan dalam Qs Al-Baqarah, Allah menyebutkan para ibu yang telah berjuang tersebut melalui kata walidah. Apa maknanya?

Allah menyebutkan kata “walidah” kepada perempuan yang melahirkan anak, tanpa melihat karakter dan sifatnya baik ataukah buruk. Karena, telah kita ketahui bahwa ternyata memang ada juga segelintir ibu yang tak punya hati terhadap anaknya sendiri.

Kata “walidah” digunakan hanya karena adanya proses melahirkan, baik bagi manusia maupun makhluk lain, dilengkapi dengan keadaan-keadaan yang menyertainya; hamil dan menyusui.

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al Baqarah: 233).

BACA JUGA:Terlalu Dekat dengan Ibu Bikin Anak Manja, Benarkah?

Sehingga, ibu yang dibahasakan “walidah” inilah tempat menumpahkan segala bakti, pemuliaan, tanpa membedakan apakah ia baik atau tidak.

Allah berfirman, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia,” (QS. Al Isra: 23).

Oleh sebab itu, meski sang ibu memiliki sifat yang tidak baik, anak tetap memiliki kewajiban untuk berbuat baik padanya. Jangan sampai seorang anak berkata kasar pada ibunya sendiri. Meskipun ibunya adalah seorang pelaku maksiat dan kafir. []

Sumber: Syahida



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline