Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Memakai Cadar? Ini Ketentuannya

0

Saat ini cadar sudah tidak asing lagi dilihat. Bahkan mungkin hampir setiap muslimah yang belum mampu istiqomah mengenakan cadar pun pernah mencobanya.

Dibalik kabar baik itu, sebenarnya bagaimana sih cara mengenakan cadar? Benahkah cara kita mengenakan cadar selama ini?

BACA JUGA: Pilih yang Bercadar atau yang Shalihah ?

Diketahui bersama bahwa para ulama khilaf mengenai hukum menutup wajah bagi Muslimah. Ulama Syafi’i dan Hanbali berpendapat hukumnya wajib. Sedangkan ulama Maliki dan Hanafi berpendapat hukumnya sunnah.

Untuk muslimah yang berpegang pada pendapat wajibnya menutup wajah, maka yang diberi keringanan untuk dibuka adalah bagian mata saja. Adapun kening (jidat), pipi, hidung dan area lain selain mata tidak boleh terlihat, karena termasuk bagian dari wajah.

Sehingga kurang tepat sebagian Muslimah yang berpegang pada pendapat wajibnya menutup wajah namun kurang sempurna dalam menutup wajahnya sehingga masih memperlihatkan bagian-bagian yang tidak boleh diperlihatkan.

Adapun keringanan memperlihatkan mata, Ar Ramli rahimahullah, ulama besar Syafi’iyyah, mengatakan, “Diharamkan memandang wanita yang memakai niqab yang tidak nampak dari wajahnya kecuali kedua matanya dan kantung matanya. Terlebih lagi jika ia cantik, betapa sering kantung mata (dari wanita yang cantik) itu seperti belati (yang menusuk hati lelaki)” (Nihayatul Muhtaj, 6/188).

BACA JUGA: Bolehkah Shalat Memakai Cadar?

Di sini beliau pun menyebutkan bahwa wanita berniqab itu terlihat matanya, menunjukkan bahwa boleh memperlihatkan mata. Para ulama dalam Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts wal Ifta’ mengatakan, “Adapun niqab, Abu Ubaidah mengatakan tentang ciri niqab menurut orang Arab adalah: (penutup wajah) yang menampakkan kantung mata. Dan ia punya nama lain yaitu waswashah atau burqa’. Hukumnya boleh digunakan” (Fatawa Al Lajnah, 17/171).

Sumber: Muslim.or.id



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline