Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Menantu Idaman

0

Saat seorang istri mendampingi suami, betapa harus ingat bahwa suaminya itu adalah seorang lelaki yang dulu dilahirkan, dibesarkan, dibiayai, dan dididik oleh orangtuanya.

Tumbuh dewasa menjadi lelaki shalih, gagah teruna, tampanmenawan, lulus sarjana, mandiri, dan mulai mendapatkan pekerjaan.

Eh, giliran mulai mendapatkan penghasilan dan mampu menyisihkan sebagian rizki untuk orangtuanya, tetiba harus mencurahkan hidupnya untukmu istrinya.

Orangtuanya rela sang anak mengorbankan hidupnya untuk orang lain, banting tulang, dan peras keringat menafkahi orang yang baru hadir dalam hidupnya. Sang ibu rela anak lelakinya mencurahkan cinta pada wanita lain.

Putra tercintanya kini..
Curahkan kasih sayang pada wanita pilihannya
Mungkin berat terasa
Anak lelaki kesayangannya membagi cinta
Antara ibu dan istrinya
Tapi sang ibu tersenyum lega
Melihat putranya bahagia
Dengan linang air mata
Terselip seulas doa
Moga bahagia hingga ke surga

Mereka rela tanpa harap balas jasa, mereka paham bahwa anak lelakinya punya anak istri yang harus dibiayai. Orangtuanya rela anak lelaki kesayangannya harus menyayangi keluarganya.
Dengan pengorbanan yang begitu banyak, tanpa pamrih dan tak terbalas, sudah selayaknya kita sepakat dengan pasangan untuk berkomitmen, “Orangtaumu itu orangtuaku juga.”

Bakti, cinta, dan kasih sayang jangan lupa kita curahkan untuk mereka. Orangtua dan mertua merupakan bagian dari cinta kita yang harus mendapat jatah kasih sayang dalam kehidupan rumah tangga kita. Saat orangtuanya kian renta, mulai sakit-sakitan, dan berkurangnya penghasilan.

Keberadaan kita di dunia, baik dan buruknya, suka dan dukanya, bahagia dan sedihnya, juga merupakan jasa orangtua. Hingga kebersaman dalam hidup rumah taangga, tak lepas dari jasa mereka. Orangtua dan mertua.

Mari sayangi bersama karena mereka orangtua kita. Allahumaghfirli wali walidaya warham humma kamaa rabbayani shaghiraa…

Menantu idaman bukan yang serba ada, serba mapan, dan dapat memberikan harta yang melimpah untuk mertuanya. Menantu idaman bukan yang gemerecik dengan emebel-embel duniawi semisal harta dan kedudukan, tapi yang lebih penting lagi adalah keshalihan, hormat, takzim, dan sopan santun.

Aksesoris duaniawi merupakan hiasan bagian dari keindahan, yang lebih penting adalah keindahan akhlak sebagai anak dan menantu shalih yang senantiasa memuliakan keduanya.

Menantu idaman adalah ia yang senantiasa memuliakan pasangannya dengan akhlak yang mulia, mensyukuri kehadiran pasangan sebagai karunia dari Ilahi, menyayangi anak-anak amanah titipanNya, sembari terus berupaya menebar cinta sebagai bakti pada orangtua dan mertua.

Ia punya keluarga untuk dicintai dan disayangi, tapi tak lupa pada orangtua dan mertua yang berjasa dalam hidupnya. Senantiasa berbuat baik sesuai kemampuannya, dengan takzim, bakti, dan mendoakan kebaikan. []



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline