Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Jilbab, Boleh Seberapa Tipis dan Harus Seberapa Tebal?

0

Sering kali kita jumpai wanita yang menggunakan hijab tipis, di sekolah, di kampus, di tempat kerja dan dimana pun. Namun perlu kita ketahui bahwa menggunakan hijab merupakan kewajiban kita ebagai seorang muslim sejati. Karena aurat yang harus kita tutupi salah satunya ialah rambut.

Rambut merupakan mahkota yang harus kita jaga agar tidak terlihat oleh orang lain terutama lawan jenis. Maka haram hukumnya jika memaka hijab tipis, mengapa demikian? karena hijab yang tipis tidak dapat menutup aurat kita secara sempurna sehingga meskipun kita mengenakan hijab namun aurat kita masih dapat terlihat.

Untuk itu bagi para kaum wanita muslim diharuskan mengenakan hijab yang terbuat dari bahan yang dapat menutup aurat kita secara sempurna. Jika tidak, maka kita akan masuk surga sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :
Yang artinya ada dua golongan penduduk Neraka yang belum pernah aku lihat, pertama: satu kaum yang memiliki ekor seperti sapi yang memukul manusia. Kedua: para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka melakukan penyimpangan serta penyelewengkan kepada orang lain dari kebenaran.

“Kepala mereka seperti punuk unta yang miring atau condong. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wangi surga, padahal wangi surga akan tercium dari jarak sebelum pintu surga,” (HR. Muslim).

Arti dari berpakaian tetapi telanjang ialah para wanita yang mengenakan pakaian, tetapi tidak menutupi auratnya. Sehingga Para Ulama mengatakan bahwa pakaian itu tipis sehingga terlihat kulitnya. Inilah yang di maksud berpakaian tapi telanjang. Seperti juga pakaian yang tebal tapi pendek, maka ini juga berpakaian tapi telanjang. Atau wanita yang mengenakan pakaian sempit atau ketat yang melekat di kulit dan membentuk badannya, seakan-akan dia tidak mengenakan pakaian.

Maka ini juga termasuk berpakaian tapi telanjang. Oleh karena itu mulai dari sekarang, pandai-padailah dalam memilih hijab yang akan kita kenakan, karena sia-sia saja usaha kita untuk menutup aurat jika pada akhirnya aurat kita tidak tertutup dengan sempurna. []

Sumber: perca



Artikel Terkait :
Loading...
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline