Breaking News
Picture: www.vemale.com

Mimpi Bertemu Mantan Pacar?

Salah satu upaya setan untuk mengganggu manusia adalah mempermainkan mereka dalam mimpi. Karena itu, perlu kita yakini, sumber mimpi tidak selamanya datang dari Allah. Bisa juga karena bawaan perasaan atau permainan setan.
Disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.”

Diantara mimpi yang datang dari setan adalah mimpi buruk, Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, ada seorang Arab badui datang menemui Nabi kemudian bertanya, “Ya rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang tersebut, “Jangan kau ceritakan kepada orang lain ulah setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi”. Setelah kejadian itu, aku mendengar Nabi menyampaikan dalam salah satu khutbahnya, “Janganlah kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan dirinya dalam alam mimpi” (HR. Muslim 2268)

Demikian pula mimpi jorok, mimpi ini datang dari setan, Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Mimpi baik itu dari Allah, dan mimpi buruk dan mimpi jorok itu dari setan. (HR. Bukhari 5747 dan Muslim 2261).

Untuk itulah, mayoritas ulama berpendapat, para nabi tidak pernah mengalami mimpi jorok, karena mimpi jorok dari setan.

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan, Ihtilam (mimpi jorok) dari setan. Karena itu, mayoritas ulama berpendapat, mimpi jorok tidak mungkin terjadi pada diri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para nabi lainnya. Karena mimpi ini dipermainkan setan. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 32576)

Keterangan mayoritas ulama ini dikuatkan dengan keterangan yang diriwayatkan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, Para nabi tidak pernah mengalami mimpi jorok. Karena mimpi jorok dari setan. (HR. Thabrani dalam al-Kabir 11398, dan para ulama menilainya sebagai riwayat yang dhaif dalam dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Abdul karim bin Abi Tsabit dan dia disepakati lemahnya – keterangan al-Haitsami dalam Majma’ Zawaid, 1/332).

Sumber: Konsultasisyariah.com



Artikel Terkait :

About Tia

Check Also

Mengajarkan Adab Masuk Kamar Mandi pada Anak

Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan 'bismillah'

Tinggalkan Balasan