Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Jodohmu Cerminan Dirimu, Siapa Bilang?

0

Pernikahan merupakan pilar dari peradaban. Pernikahan adalah awal dari terbentuknya suatu keluarga. Keluarga adalah pemeran utama dalam membentuk karakter suatu bangsa. Pernikahan tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan. Harus dilandasi dengan niatan ibadah. Yakni apabila setelah menikah kegiatan dakwah akan semakin indah.

Setiap insan pasti menginginkan jodoh terbaik bagi dirinya. Namun hal yang harus diingat bahwa apa pun yang dituai tidak akan berbeda jauh dengan apa yang ditanam. Ada banyak yang mengatakan bahwa “jodohmu cerminan dirimu.” Hal tersebut tidak bertentangan dengan firman Allah berikut,

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikkian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.” (QS An-Nur:3)

Dalam suatu riwayat yang dikemukakan oleh An-Nasa’i yang bersumber dari Abdullah bin Umar bahwa Ummu Mahzul, seorang perempuan pezina, akan dikawini oleh seorang sahabat abi saw. Maka turunlah Q.S An-Nur ayat 3 mengenai haramnya perempuan pezina dikawini kecuali oleh laki-laki pezina pula atau orang yang musyrik.

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Mazid sudah terbiasa mengangkut barang dagangannya dari al-Anbar ke Mekah untuk dijual di Mekah. Kemudian ia bertemu kembali dengan seorang kawannya bernama, ‘Anaq (perempuan pezina” Mazid meminta izin kepada Rasulullah untuk mengawininya. akan tetapi beliau tidak menjawabnya, hingga turunlah ayat tersebut.

Kemudian Rasulullah bersabda, “Hai Mazid,! Seorang pezina tidak akan mengawini kecuali pezina pula. Oleh karena itu janganlah engkau menikah dengannya.”

Rasulullah yang begitu santun dan lembut pun melarang Mazid untuk menikahi seorang pezina. Kendati pun Mazid menaruh hati kepadanya. Maka pilihlah pasangan terbaik dengan visi dan misi yang baik. Karena pernikahan adalah mengisi separuh agama yang dimiliki. Makalah isilah denegan isian yang baik.

Sedangkan bagi siapa pun yang pernah menjadi pezina jangan khawatir karena ampunan Allah begitu luas. Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan taubat seorang hambanya. []

Sumber: Asbabun Nuzul. K.H.Q Shalehdan H.A.A Dahlan, dkk.Diponegoro:Bandung.2002



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline