Breaking News

Di Undangan Apa Gelar Harus Selalu Dicantumkan?

Sangat menohok jiwa ketika membaca tulisan Tere Liye dalam akun facebooknya, Seperti yang dikutip Ahmad Rifai Rif’an dalam bukunya Be Amazing Muslimah berikut ini:

“Kenapa orang-orang mencantumkan gelar sarjana, didobel pula dengan gelar S2, juga triple dengan gelar S3? Tapi tidak mencantumkan gelar TK, SD, SMP, dan SMA? Apakah kalian mau mencantumkan gelar TK, SD, SMP, dan SMA karena jumlah penduduk Indonesia yang pernah mengecap kuliah kurang dari 10% saja? Jadi, lebih banyak yang mentok hanya sampai SMA dan di bawahnya?

Lanjutnya, “Apakah kalian mau mencantumkan gelar gelar Sy, Sh, Z, dan P karena jumlah penduduk Indonesia yang pernah naik haji juga presentasinya kecil, sisanya mentok hanya sampai P(puasa) dan Z(zakat). Itu semua pilihan masing-masing. Percayalah kemuliaan hidup ini tidak akan pernah tertukar hanya gara-gara gelar. Dan, kita sebenarnya tahu mana yang lebih baik dilakukan, mana yang tidak.”

Adakah dampak yang diterima apabila tidak mencantumkan gelar, akan kah kedudukan kita menjadi hina atau apa-apa yang diusahakan menjadi sia-sia. Apakah seseorang menjadi mulia karena panjangnya gelar dan hina hanya karena namanya bahkan hanya satu penggal saja. Jawabannya tentu hanya kita yang bisa menjawabnya.

Dihampir setiap kesempatan yang mengharuskan seseorang mencantumkan nama. Semisal nama di kartu undangan pernikahan pasti sederetan gelar mengiringinya. Bahkan ada beberapa orang yang marah bila gelarnya tidak dicantumkan. Padahal sama sekali tidak ada relevansinya antara pernikahan dengan gelar akademis.

Jika terbesit niat menimba ilmu hanya untuk serangkaian gelar maka segeralah perbaiki niatan itu. Syaikh Imam Hammad bin Ibrahim bin Ismail Assyafar Al-Anshari membacakan syairnya pada Abu Hanifah, “Siapa yang menuntut ilmu untuk akhirat, tentu ia akan memperoleh anugerah kebenaran. Dan, kerugian bagi orang yang menuntut ilmu hanya karena mencari kedudukan di masyarakat.”

Kendatipun demikian, kita tidak dapat menggeneralisasikan bahwa setiap pencantuman gelar dalam undangan adalah pertanda niat tidak ikhlas dalam menuntut ilmu. Boleh jadi ada keterpaksaan dalam melakukannya. Dan akan timbul masalah yang lebih besar apabila ia tidak melakukannya. Maka kita dapat bercermin pada diri masing-masing karena perihal niat hanya kita yang dapat mengelolanya. []

Sumber: Be Amazing Muslimah. Ahmad Rifa’i Rif’an.Qultumedia: Jakarta Selatan.2015

 



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan