Breaking News

Yang Kecil itu Bukan Semut, Tapi Pandangan Manusia

Manusia memiliki sifat khilaf. Salah satunya, ia seringkali meremehkan sesuatu yang terlihat kecil di depan matanya. Tapi, tanpa ia sadari, pandangannya lah yang begitu kecil. Ia tidak mampu membaca kebesaran dari sebuah partikel kecil.

Semut. Binatang satu ini sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Mereka sering berbaris rapih tanpa menghiraukan keberadaan manusia di sekitarnya. Membuat garis rapih dan teratur. Bahu membahu menggotong sisa makanan yang bisa mereka ambil untuk kepentingan bersama.

Setiap hari mereka bekerja. Tidak pernah mengeluh karena tubuhnya yang kecil. Karena mereka yakin, Allah SWT selalu mencukupkan rezeki hamba-Nya, meski hanya sebesar tubuhnya. Artinya sekecil apapun ukuran tubuh makhluknya, Allah SWT tidak akan lupa dan keliru dalam memberikan rezeki.

Saat Manusia menghadang perjuangan mereka mengumpulkan sisa makanan yang dibuang sengaja, mereka akan mencari jalan lain untuk kembali berjuang mendapatkan rezeki yang telah disediakan-Nya. Baik itu dengan cara memutar, memanjat atau masuk ke sebuah lubang kecil sekali pun.

Saat anggota lain ada yang terluka atau kesulitan, mereka akan memboyongnya agar bisa sampai di tujuan bersama-sama. Mereka tidak akan saling menghujat apalagi saling bertengkar. Apakah kita pernah melihat, koloni semut sedang bertengkar dengan puluhan bahkan ratusan semut di dalam rumahnya? Jika itu terjadi, maka semut akan punah dengan sendirinya tanpa harus dihilangkan dengan pembasmi serangga.

Tangan semut begitu ringan untuk berjabat tangan dengan sesama, meski manusia sering menghadangnya dengan sapu ijuk. Bertegur sapa dan bersilaturahim saat bertemu ditengah perjanannya. Karena mereka sadar, saling menyapa dengan sesama, tidak akan menghambat perjalnannya apalagi merusak tujuannya.

Setidaknya Semut selalu mengumpulkan cadangan makanan di dalam gudang. Tidak serakah. Mereka membuat rencana jangka panjang untuk menghadapi masa-masa sulit. Karena ia dianugrahi tubuh untuk bergerak dan menjalankan rencana yang dibuatnya.

Ini adalah satu gambaran dari ribuan kehidupan makhluk kecil yang sering dianggap remeh bahkan disebut pengganggu. Memang benar, manusia memiliki keterbatasan dalam membaca hikmah dari sebuah partikel kecil. Seorang guru hebat itu, tidak harus terlihat megah dan mewah di hadapan mata. Karena makhluk kecil sekalipun bisa menjadi guru besar dalam kehidupan kita. []
Sumber: wahyuniapriatisite



Artikel Terkait :

About Tia

Check Also

Jangan Tinggalkan Shalat

Tidak semua ibadah termasuk rukun Islam. Ini menunjukkan ibadah-ibadah yang termasuk rukun Islam adalah ibadah yang sangat penting dan urgen. Dan diantaranya adalah shalat.

Tinggalkan Balasan