Breaking News

Dalam Islam, Suami Boleh Memukul Istri

Laki-laki adalah pelindung bagi kaum perempuan. Maka mereka diberi beberapa kelebihan yang berbeda dari kelebihan-kelebihan perempuan. Lantas apakah dibenarkan dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya ia berhak memukul istrinya. Bukankah seorang perempuan harus diperlakukan dengan lembut. Maka mari kita simak firman Allah berikut ini,

“Kaum lak-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sbab itu maka perempuan yang saleh,ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka. Perempuan-perempuan yang kamu khawatiri nusyusnya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukulah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Q.S An-Nisa: 34)

Dalam suatu riwayat yang diriwayatkan Ibnu Hatim dari al-Hasan dikemukakan bahwa seorang perempuan mengadu kepada Rasulullah. Ia telah ditamparoleh suaminya. Rasulullah saw bersabda: “Dia mesti dikisas(dibalas).” Maka turunlah ayat tersebut sebagai ketentuan bagi istri yang menyelewng. Dan kisas tidak jadi dilakukan setelah ayat tersebut turun.

Sedangkan dalam riwayat lain yang dikemukakan Ibnu Jarir bahwa ada seorang istri yang mengadu kepada Rasulullah saw. karena ditampar oleh suaminya(orang Ansar) dan menuntut kisas. Nabi saw mengabulkan tuntutan itu. Maka turunlah ayat,… wa laa ta’jal bil qur’ani min qabli ayyuqdaa ilaika wahyuh….(…dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu..) (Q.S Thaha: 114) sebagai teguran kepada Rasulullah.dan Q.S An-Nisa sebagai ketentuan hak suami dalam mendidik istrinya.

Berdasarkan keterangan ayat-ayat diatas. Dijelaskan bagi laki-laki diperbolehkan memukul istrinya apabila mereka membangkang (dari ketentuan Allah). Tetapi jika tidak ada alasan laki-laki tidak diperbolehkan memukul seorang istri. Hal yang perlu diperhatikan adalah “tidak ada ketaatan dalam keburukan.” seorang istri tidak boleh membangkang suami apabila titahnya dalam perkara kebaikan. Namun jika itu dalam perbuatan maksiat terhadap Allah maka istri boleh membangkangnya. wallahu a’lam []

sumber: Asbabun Nuzul, K.H.Q. Shaleh, H.AA Dahlan, dkk. Diponegoro:Bandung.2007

 



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

7 Tanda Suami Punya Selingkuhan

Suami dinyatakan selingkuh bukan sekadar karena kamu sebagai istri merasa ia berbeda. Harus ada bukti nyata sampai seorang istri bisa mengatakan suaminya berselingkuh.

Tinggalkan Balasan