Breaking News

Titik Mastatho’tum, Sebuah Batas Akhir Perjuangan

Dalam melakukan pekerjaan apa pun dimuka bumi ini. Allah tidak pernah memaksa kita melakukan hal yang lebih dari batas kemampuan. Sebagaimana firman Allah terdapat dalam Q.S At-Taghabun ayat 16, “Maka Bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu (semampunya).”

Sebagaimana sering dikatakan bahwa Allah memberikan ujian sesuai batas kemampuan yang dimiliki hambanya. Permasalahannya adalah sering sekali kita membuat standar ‘target kesanggupan’ ala kadarnya.

Contohnya, “Saya hanya bisa membaca Al-Qur’an 2 lembar sehari”, “Saya hanya bisa berinfak lima ribu tiap pekan”, “Saya hanya bisa ngaji sebulan sekali”, dan masih banyak lagi.

Kita membuat standar yang menjadi batasan diri. Padahal ternyata sudah banyak orang yang mampu melampauinya.

“Jika kau telah berada di jalan Allah, melesatlah dengan kencang. Jika sulit, maka tetaplah berlari meski kecil langkahmu. Bila engkau lelah, berjalanlah menghela lapang. Dan bila semua itu tak mampu kau lakukan, tetaplah maju meski terus merangkak, dan jangan pernah sekalipun berbalik ke belakang.” (Asy Syafi’i)

Abdullah Al Azzam, seorang syekh teladan. Dihormati dan disegani, oleh para muridnya. Pada suatu saat beliau ditanya oleh muridnya,

“Ya syekh, apa yg dimaksud dengan mastatho’tum”?

Sang Syekh pun membawa muridnya ke sebuah lapangan. Meminta semuanya muridnya berlari sekuat tenaga, mengelilingi lapangan. Setelah semua muridnya menyerah, dan menepi ke pinggir lapangan. Sang Syekh pun tak mau kalah. Beliau berlari mengelilingi lapangan hingga membuat semua muridnya keheranan. Syekh itu terus berlari,hingga akhirnya beliau jatuh pingsan, tak sadarkan diri.

Setelah beliau siuman dan terbangun, muridnya bertanya,“Syekh, apa yang hendak engkau ajarkan kepada kami?”. “Muridku, Inilah yang dinamakan titik mastatho’tum! Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita (bukan, bukan kita yang berhenti)”, Jawab Sang Syekh dengan mantap.

Berjuanglah semampu kita dalam berbuat kebaikan. Dan ingatlah selalu bahwa kemampuan yang Allah titipkan kepada diri kita itu sungguh luar biasa besar dan banyak. Jangan membatasi diri dengan rasa malas. []

Sumber : http://ilmukitanih.blogspot.co.id



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Jangan Tinggalkan Shalat

Tidak semua ibadah termasuk rukun Islam. Ini menunjukkan ibadah-ibadah yang termasuk rukun Islam adalah ibadah yang sangat penting dan urgen. Dan diantaranya adalah shalat.

Tinggalkan Balasan