Breaking News

Sudah Ramadhan Tetapi Hutang Puasa Tahun Kemarin Belum Lunas, Bagaimana?

Puasa di bulan ramadhan adalah sesuatu yang wajib dilakukan. Sebagaimana terdapat dalam rukun Islam yang ke-empat. Apabila dengan sengaja seseorang meninggalkan puasa Ramadhan tanpa alasan yang jelas. Tentu tidak diperbolehkan.

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seorang muslimah tidak dapat menjalankan ibadah puasa ramadhan. Misalnya saat haid, sakit, atau sedang perjalanan jauh. Allah berfirman,

Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (QS. Al-Baqarah: 184)

Mengqhada puasa sebaiknya dilakukan sesegera mungkin dan tidak boleh menunggu sampai ramadhan tahun berikutnya. Hal tersebut dicontohkan Aisyah ra.  Ada pun Aisyah pernah mengqhada puasa adalah di bulan sya’ban. Itu pun karena harus melayani Rasulullah saw.

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,”Disimpulkan dari semangatnya A’isyah untuk mengqadha puasa di bulan sya’ban, menunjukkan bahwa tidak boleh mengakhirkan qadha puasa ramadhan, hingga masuk ramadhan berikutnya.” (Fathul Bari, 4/191).

Apabila dengan sengaja menunda qadha tanpa udzur apalagi sampai meremehkan qadha, hingga masuk ramadhan berikutnya, Ada 3 hukum untuk kasus ini:

  1. Ulama sepakat bahwa kewajiban qadha tidak hilang. Artinya tetap wajib qadha, sekalipun sudah melewati ramadhan berikutnya.
  2. Kewajiban bertaubat sebab menunda pelaksanaan kewajiban.
  3. Mayoritas ulama berpendapat apabila menunda qadha tanpa uzur maka harus membayar kaffarah. Namun sebagian lain tidak mengharuskan sebab tidak ada hadist ang menyatakan demikian.

Sumber : https://konsultasisyariah.com

 



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Mengajarkan Adab Masuk Kamar Mandi pada Anak

Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan 'bismillah'

Tinggalkan Balasan