Breaking News
Foto: The Woodhouse Day Spa

Seperti Nabi, Selalu Ajak Bicara dan Nasihati Anak Jalan Bersama

Anak-anak punya hak berteman dengan orang-orang dewasa agar dapat belajar dari mereka. Dengan begitu jiwanya cepat matang dan dapat menyerap ilmu, hikmah, pengetahuan, dan pengalaman orang dewasa. Dengan demikian akhlaknya pun menjadi bersih dan perilaku menjadi matang.

Nabi SAW adalah teladan dalam hal ini. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa pernah menemani Anas dan anak-anak Ja’far, putra pamannya, serta Al-Fadhl, putra pamannya.

Berikut ini adalah kisah yang dituturkan Abdullah bin Abbas ketika diajak jalan bersama Rasulullah di atas kendaraan beliau. Dalam perjalanan ini, beliau mengajarkan kepadanya beberapa pelajaran sesuai jenjang usia dan kemampuan daya pikirannya melalui dialog ringkas, langsung dan mudah.

Rasulullah bersabda, “Nak, aku akan memberimu beberapa pelajaran: peliharalah Allah, niscaya Dia akan balas memeliharamu. Peliharalah Allah, niscaya kamu akan menjumpai-Nya dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu meminta pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya andaikata manusia persatu padu untuk memberimu suatu manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat memberikannya kepadamu, kecuali mereka telah ditakdirkan oleh Allah untukmu. Dan seandainya mereka bersatu padu untuk menimpakan suatu bahaya kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat membahayakanmu, kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah bagimu, pena telah diangkat dan lembaran catatan telah mengering.”

Nabi SAW adalah guru pertama. Saat memberikan pelajaran, beliau memperhatikan faktor usia anak dan kemampuan intelegensinya. untuk itu, beliau memberi pengetahuan yang dapat ditampung oleh pemahaman anak dan dapat dicerna oleh pikirannya. Dengan demikian, ilmu itu pun membekas dalam hati dan tergerak untuk mengimplementasikannya ke dalam sepak terjangnya. Sebagai buahnya, ilmu dalam dirinya selalu sering dengan amal. []

Sumber: Islamic Parenting/Karya: Syaikh Jamal Abdurrahman/Penerbit: Aqwam



Artikel Terkait :

About Ummu Khadijah

Check Also

hambatan belajar anak

Apakah Anak Anda Alami Depresi?

Sama seperti orang dewasa anak-anak mengalami perubahan perasaan. Mereka bisa merasa bosan, cemas, sedih, kecewa, malu, dan takut. Orang dewasa yang memiliki kematangan psikologis cenderung tahu bagaimana mengontrol perasaan-perasaan tersebut. Sementara anak-anak, cenderung belum bisa mengontrol dan mengelolanya dengan cara yang baik dan sehat. Penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

Tinggalkan Balasan