Breaking News

Di Indonesia Ada “Larisa” di Jepang Ada “Arisa” Mualaf cantik yang Bangga Menjadi Muslimah

Allah memberikan petunjuk kepada siapa pun yang Ia kehendaki. Tidak memandang asal negara, wana kulit, bahasa atau apa pun. Allah memberikan hidayah-Nya pada hamba-Nya yang layak. Seperti pada Mualaf asal Jepang ini. Namanya Arisa,Niatnya untuk belajar bahasa asing yang belum terlalu banyak di Jepang. Mengantarkannya mempelajari bahasa Malaysia berkat anjuran ibunya.

April 2012, tepat setahun setelah belajar bahasa Malaysia, Arisa masih kebingungan dengan bahasa melayu. Terutama yang mengandung banyak unsur Keislaman. Maka Ia pun memutuskan untuk meneruskan kuliah di jurusan agama.
Arisa pertamakali masuk masjid dan memakai hijab pada bulan Februari tahun2014. Saat itu teman-teman dari Malaysia mengundangnya untuk hadir di masjid Tokyo Camii. Dimasjid tersebut Arisa mengikuti gerakan teman-temannya yang sedang shalat. Arisa pun terkejut tentang apa yang sebenarnya sedang ia lakukan. Selama 2 tahun belajar Arisa merasa belum terlalu mengenali Islam. Ia sangat keheranan mengenai waktu shalat yang dilaksanakan 5 kali sehari.

Jawaban sebagian orang yang ditemuinya adalah itu semua untuk Allah. Arisa masih bertanya-tanya “Tetapi tetapi mengapa mereka ingin melakukan itu semua?

Agustus 2014 Arisa memutuskan untuk belajar Islam di Malaysia selama satu bulan. Ia menenantang dirinya untk mengenakan hijab selama satu bulan saja. Arisa mulai melaksanakan Shalat. Ia pun sudah hafal  surat Al Fatihah , tetapi Ia belum berani bersyahadatdikarenakan : keluarga, teman, pacar, dan pekerjaan.

Tepat tanggal 17 Januari 2015,Arisa pun bersyahadat setelah membaca Al Quran dalam terjemahan bahasa Jepang. Larisa belum tahu bagaimana cara mengucapkan syahadat secara resmi. Tetapi niatannya yang sudah bulat membawanya bergegas menuju Masjid.

Semua orang di masjid menyambutnya dengan suka cita. Ada lebih dari 10 muslimah yang hadir di masjid untuk menyaksikan keislamannya. Prof. Misbah ur-Rahman Yousfi yang menuntun Arisa bersyahadat. Setelah bersyahadat, Arisa berganti nama menjadi Nur Arisa Maryam sebagai nama hijrahnya. Airmata tak henti mengalir tanda bahagia. Dan di malam itu pula, Arisa bisa mendirikan salat Isya dengan kondisi dirinya sudah muslim untuk pertama kalinya.

Berikut komentar Arisa seperti yang dilansir dari situs trendingtopic.com “Bila ada orang bertanya tentang aku yang sekarang, ya…hidupku banyak perubahan sejak aku masuk Islam. Sebelumya aku mudah marah dan merasa tidak nyaman bila sendirian tanpa ada yang menemani. Tapi sejak menjadi muslimah, aku lebih tenang karena selalu ada Allah yang menemani. Aku memang masih jauh dari sempurna, karena itu aku masih terus belajar tentang Islam. Tapi hingga di titik ini, tak ada yang bisa kuucapkan selain Alhamdulillah dan Allahu Akbar. []

Sumber: https://trendingtopics.blogspot.com



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Cara Unik Muda-Mudi Muslim Amerika Utara Mencari Belahan Jiwa

Perempuan muda duduk di salah satu sisi meja persegi panjang, sedangkan laki-laki duduk di seberangnya.

Tinggalkan Balasan