Breaking News

Inilah Indahnya Do’a Rasulullah Saat Istikharah

Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak hal yang memposisikan muslimah berada dalam dua pilihan yang berat. Misalnya pilihan antara bekerja atau melanjutkan kuliah. Pilihan untuk segera menikah atau merawat orang tua. Pilihan belajar di dalam negeri atau luar negeri. Dan masih banyak lagi.

Terus-menerus berada dalam kebingangan, dan tidak segera memutuskan dapat membawa muslimah ke dalam kondisi yang lebih sulit. Memutuskan secara gegabah pun, rentan akan penyesalan.

Dari Jabir ra., ia berkata: “Rasulullah saw mengajarkan kami supaya beristikharah dalam segala urusan, sebagaimana Rasulullah mengajarkan suatu surat di Al-Qur’an.

Beliau bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian mempunyai tujuan dalam suatu urusan, hendaklah ia salat sunnat dua rakaat. Kemudian membaca: “Allahumma inni astakhiiruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fah-likal ‘adhim. fa innaka taqdiru walaa aqdiru wata’lamu walaa a’lamu wa anta’allamul ghuuyub. Allahumma inkunta ta’lamu anna haadzal amra khairin lii fii diinii wama ‘aasyi waaaqibati amri”

Artinya, “Ya Allah sesungguhnya saya mohon petunjuk dengan pengetahuan-Mu, saya mohon ketetapan dengan kekuasaan-Mu, dan saya mohon besarnya karunia-Mu. Sesungguhya Engkaulah yang Maha Kuasa dan saya tidak kuasa, Engkaulah yang Maha Tahu dan saya tidak tahu, dan Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah baik untuk diriku dalam agamaku, kehidupanku, dan urusanku maka takdirkanlah dan mudahkan urusan diriku. Namun apabila Engkau mengetahui bahwa urusan itu jelek buat diriku dalam agamaku, kehidupanku dan akibatnya pada urusanku. maka jauhkanlah urusan itu dariku dan hindarkanlah aku darinya, serta tentukanlah yang lebih baik untukku bagaimanapun adanya, kemudian jadikanlah saya orang yang ridha (puas) dengan ketentuan itu.“ Beliau juga bersabda “Ia harus menyebutkan hajatnya.” (HR Bukhari)

Begitu luar biasa pesan dari do’a istikharah yang diajarkan Rasulullah. Bahwa sebagai mahluk-Nya kita tidak diberi pengetahuan apa pun mengenai hal gaib. Perkara apa yang akan terjadi dikemudian hari. Maka sebaik-baik keputusan aalah keputusan yang melibatkan campur tangan Allah di dalamnya. []

Sumber: Riyadush Shalihin.Imam Nawawi.Pustaka Amani:Jakarta.1999



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Bagaimana Mungkin Mudah Mengatakan Cinta? (2 Habis)

Bagaimana mungkin Anda dengan mudah mengungkapkan dan menyatakan bahwa Anda cinta petunjuk dari-Nya?

Tinggalkan Balasan