Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Takut Tidak Laku, Orangtua Perintahkan Cari Pacar?

0

Tidak jarang, banyak orangtua yang belum memahami pentingnya menjaga pergaulan anaknya. Apalagi soal anak perempuan. Ia memiliki tingkat rawan yang cukup tinggi jika tidak dididik dan dijaga dengan benar.

Kebiasaan jahiliyah yang kini masih tersebar adalah, budaya pacaran. Perbuatan haram ini kini telah menjadi sesuatu yang lumrah dan membudaya di kalangan remaja. Jika tida ada penjagaan ketat dari orangtua, ini bisa membahayakan sang buah hati.

Tapi, bagaimana jika orangtua sendiri yang memerintahkan anaknya untuk mencari pacar karena takut tidak laku?
Yang perlu kita pahami pertama adalah hukum pacaran dalam Islam. Menjalin hubungan dengan lawan jenis yang bukan mahram untuk melampiaskan hawa nafsu adalah perbuatan dosa dan dilarang keberadaannya. Lalu, bagaimana jika orangtua yang memerintahkan? Apakah tidak berdosa menolak perintah orangtua?

Menilai durhaka dan tidak, bukan hanya orang tua, tapi juga mengikuti syariat. Karena yang memerintahkan anak untuk berbakti kepada orang tua adalah Allah. Andai ada orang tua yang memerintahkan anak untuk bunuh diri, kemudian anak menolak, semua orang sepakat, ini bukan termasuk durhaka.

Demikian pula, ketika orang tua memerintahkan anak untuk maksiat. Ketika anak tidak bersedia mengikutinya, ini tidak terhitung maksiat.

Ketika Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu masuk islam, ibunya memaksanya untuk murtad. Sa’ad harus balik kafir, mengingkari agama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun permintaan ini tidak pernah dihiraukan oleh Sa’ad. Sampai ibunya mengancam,

Bukankah Allah telah memerintahkan mereka untuk berbakti kepada orang tuanya? Demi Allah, saya tidak akan makan, dan tidak akan minum, sampai saya mati atau kamu kafir kepada Muhammad.

Namun Sa’ad tetap memilih islam. Dan menyampaikan kepada ibunya, andai ibu memiliki 1000 nyawa, Sa’ad tidak akan pindah agama. Hingga ibunya yang menyerah dan bersedia untuk makan. (HR. Ahmad 1614 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth). []

Sumber: KonsultasiSyariah.com



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline