Breaking News

Pembalut Kain Versus Pembalut Sekali Pakai, Mana yang Lebih Sehat?

Sebagai hal rutin yang dialami wanita baligh. Menstruasi merupakan hal yang perlu diperhatikan. Beberapa waktu lalu banyak dikabarkan bahwa pembalut sekali pakai yang biasa digunakan oleh perempuan mengandung banyak klorin. Klorin dan Kaporit adalah istilah yang digunakan untuk menyebut zat yang sama.  Zat tersebut tidak sehat bagi organ reproduksi jika berlebihan penggunaannya.

Karena itu berkembanglah pembalut kain atau Mens pad. Dikutip Kepo.review dari Majalah Ummi, Mens pad merupakan pembalut kain yang bisa dicuci sehingga lebih aman dan sehat.

Dalam pembalut sekali pakai, selain mengandung dioksin juga terdapat bahan plastik dan lem perekat. Kedua bahan tersebut mengurangi sirkulasi udara di bagian intim wanita, sehingga menciptakan lingkungan yang disukai bakteri yang dapat memicu iritasi dan infeksi jamur.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi pun menyarankan konsumen menggunakan pembalut kain yang lebih bersih. “Pembalut kain bisa diipakai ulang, bisa dicuci dan keamanannya jangka panjang,” ujar Tulus dalam jumpa pers di Kantor YLKI, Jakarta, Selasa (7/7/2015).

Menurut Tulus, pemakaian kain juga lebih ramah lingkungan. Berbeda dengan pembalut sekali pakai yang pemakaiannya cukup tinggi di Indonesia. Namun, pembalut kain seperti yang dipakai wanita dulu, kini tak lagi diminati masyarakat. Pembalut kain dinilai kurang praktis.

“Masalah dengan kain adalah kemampuan menyerap darah yang kurang baik, nanti malah jadi media yang baik untuk pertumbuhan kuman,” ujar dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Frederico Patria saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/7/2015).

Jika dipakai saat haid, kain akan lebih lembab dan sangat memungkinkan tumbuhnya kuman maupun bakteri. Kain untuk pemakaian ulang juga harus terjamin kebersihannya ketika dicuci. “Darah juga merupakan media yang baik untuk pertumbuhan kuman dan penularan penyakit,” lanjut Rico.

Penggunaan kain juga akan membuat lembab dan tidak nyaman bagi organ intim wanita. Untuk pemakaian kain yang aman bagi organ intim akhirnya harus lebih sering diganti dibanding jika menggunakan pembalut biasa. Ini tentu sangat merepotkan. Apalagi bagi wanita yang sibuk.

“Yang penting adalah wanita tersebut dapat menjaga kebersihan daerah vagina dengan rajin mengganti pembalut yang dipakai,” imbuh dokter dari RS Permata Cibubur ini .

Hal senada dikatakan dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Prima Progestian. Ia mengatakan, belum ada penelitian lebih lanjut apakah kandungan klorin pada pembalut wanita terbukti membahayakan kesehatan organ intim.

Menurut Prima, para wanita pun tak perlu menilai jenis pembalut lain, seperti pembalut herbal akan lebih aman. Yang terpenting, jangan biarkan pemakaian pembalut menjadi lembab sehingga bisa menjadi sarang kuman dan bakteri.

Prima mengatakan, idealnya pembalut diganti 4 jam sekali. Jika menstruasi sangat banyak, bisa 1-2 jam sekali. Sebaiknya, pilihlah pembalut yang daya serapnya baik dan cepat kering di permukaan. []

Sumber: http://lifestyle.kompas.com

              http://kepo.review

             http://www.sridianti.com

 

 



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

4 Buah yang Diyakini Dapat Atasi Radang Tenggorokan

Selain karena teksturnya yang lembut sehingga mudah untuk ditelan, buah pisang juga akan membantu proses penyembuhan radang tenggorokan yang sedang Anda derita. Hal ini karena buah pisang mengandung vitamin B6, vitamin C, dan kalium yang tinggi.

Tinggalkan Balasan