Breaking News
Foto: Wallpaper Collection

Tidak Menangis Melihat Putranya Dikuliti, Ibu Macam Apa?

Asma binti Abu bakar merupakan contoh istimewa dalam pananaman nilai-nilai Islam pada putranya Abdullah bin Zubair. sejak kecil ia diajarkan untuk tidak menakuti apa pun kecuali  Allah.

Suatu ketika Abdullah bermain bersama kawan-kawan sebayanya. Saat itu Umar bin Khaththab  lewat. Semua kawan-kawannya bergegas lari ketika melihat Umar. Tetapi tidak dengan Abdullah bin Zubair.

Melihat hal itu Umar sangat terkesan. Umar pun bertanya, “ Mengapa kamu tidak berlari seperti yang lainnya?” Abdullah bin Zubair menjawab, “Jalan ini cukup lebar untuk semua orang. Disamping itu saya tidak melakukan kesalahan sehingga harus lari.” Abdullah bin Zubair kecil itu sungguh berani dalam mengutarakan pendapatnya kepada Umar yang ditakuti kala itu.

Setelah dewasa Abdullah bin Zubair menolak untuk setia kepada Yazid bin Mu’awwiyah. Baginya monark bertentangan dengan Islam dan watak Yazid tak memenuhi kualifikasi sebagai pemimpin. Walaupun tatangan yang akan dihadapi dalam menolak Yazid cukup besar. Abdullah bin Zubair tetap berani pada pendiriannya. Ia ditinggalkan oleh para prajuritnya dalam keadaan terjepit. Kemudian Abdullah bin Zubair pun menemui ibunya untuk meminta nasehat.

Sorang ibu pada umumnya. Ketika melihat aaknya pada posisi terjepit pasti akan memintanya berkompromi saja dengan Yazid. Tetapi Asma adalah seorang perempuan luar biasa. Ia menyarankan putranya untuk tetap pada pendiriannya meski pun ia akan mati.

Akhirnya Abdullah bin Zubair pun menjemput syahidnya. Musuhnya menguliti tubuhnya dan mempertontonkannya didepan umum selama tiga hari berturut-turut sebagai pelajaran bagi siapa pun yang menentang.

Asma datang dan melihat kondisi tubuh putranya yang memilukan. Tetapi Asma sama sekali tidak menangis atau meratap. Justru ia berkata “Tidak masalah bagi sapi dikuliti setelah dibunuh.”

Itulah gambaran muslimah sebagai seorang ibu. Kecintaannya pada anak-anaknya tidak melalaikan kecintaanya pada Allah. mereka memuliakan anaknya dengan impian syahid dijalan Alah. []

Sumber:

Muslimah Abad 21. Dr.Suad al Fatih al Badawi. Gema Insani : Jakarta, 1999

 



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Istri yang Paling Dicintai

Suatu hari istri beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain (yakni ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha) berkata, “Aku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti cemburuku pada Khadijah, padahal aku tidak pernah melihatnya, akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyebutnya.” (HR. Bukhari)

Tinggalkan Balasan