Breaking News
Foto: Pinterest

Muslimah Ini Tinggalkan Kekayaan demi Suaminya yang Jauh Lebih Muda

 

Muslimah memiliki kewajiban dan hak yang harus dipenuhi dan juga mematuhi segala perintah dan larangan Allah SWT. Muslimah Juga memiliki peran dalam membangun peradaban. Muslimah di masa lalu (Zaman ketika Rosulullah masih hidup) patut dijadikan contoh mengenai peranannya dalam peradaban Islam.

Walaupun kita sering mendengar pernyataan, “Islam yang sesungguhnya tidak bisa dipakai dewasa ini dan karenanya berbagai usaha untuk membangkitkan masa lalu tidak lebih dari gerakan reaksioner yang tidak sesuai dengan kerangka umum kemajuan abad 20”,  merupakan pandangan yang tidak relevan. Sebab Muslimah di masa lalu bak pohon kelapa yang memiliki banyak hal yang dapat dipetik darinya. Ada banyak yang bisa di contoh dari muslimah masa lalu salah satunya adalah ketaatan Khodijah sebagai seorang istri.

Dalam bentuknya yang ideal Khodijah binti Khuwailid dapat dijadikan suri tauladan. Pernikahannya dengan Muhammad saw berlangsung 15 tahun sebelum beliau diangkat menjadi Rosul. Muhammad saw dminta untuk menjalankan bisnis Khodijah. Ia adalah sosok perempuan yang mulia, bijaksana, dan cantik.

Kecintaannya pada Muhammad adalah karena kejujuran dan pengabdiannya. Khodijah tanpa  ragu dan malu melamar Muhammad saw yang berusia lebih muda darinya. Dalam cintanya bersama mereka dikaruniai tiga putra dan empat putri. Tetapi kehidupan yang damai dan tentram tersebut berubah 3600 saat suaminya mulai berperilaku aneh. Muhammad saw lebih sering merenung berjam-jam, mengamati alam sekitar, hingga kemudian bertapa di gua Hiro.

Melihat keanehan yang terjadi khodijah tetap tegar berada disisi Muhammad. Ia tidak mencelanya atau mengatainya seperti kebanyakan yang dilakukan perempuan masa kini. Ia memahami betul perubahan yang terjadi pada suaminya. Justru perhatiannya semakin membuncah kepada Muhammad saw. Seluruh pekerjaan keluarga diselesaikannya agar tidak menganggu konsentrasi suaminya.

Ketika Muhammad menerima wahyu pertama kalinya. Rosulullah menggigil dan segera pulang menemui Khodijah, Ia pun menceritakan kejadian tersebut kepada istrinya. Mendengar cerita yang nampak tidak masuk akal itu, Khodijah tidak panik, ia justru menenangkan suaminya, “Tuhan tidak akan pernah membiarkanmu sebab engkau telah melaksanakan sema kewajiban, memperhatikan orang lain, membantu orang miskin, memberi kepada yang membutuhkan, membahagiakan tamu, dan siap membantu orang-orang yang memerlukan.

Khadijah pun membantu suaminya dengan mempertemukannya dengan kemenakannya Warakah bin Nufal. Warakah adalah seorang kristen yanng alim. Warakah menasehati Rosuullah dan Istrinya. Ia berkata bahwa suami khodijah akan menjadi Rosul terakhir sebagaimana yang dikisahkan dalam kitabnya.

Mendengar itu khodijah bukannya mundur. Ia tetap berada disamping Rosul. Memberikan seluruh harta dan jiwanya untuk berdakwah. Secara bertahap kehidupan keluarga berubah. Seruan nabi kepada Islam dijawab dengan kekerasan, penyisaan dan penghinaan. Pemuka Quraisy memutuskan hubungan sosial dan ekonomi dengan Bani Hasyim dan umat Islam lainnya. Hinngga Khodijah berada dalam dua pilihan kala itu, kesenangan atau kesusahan. Tetapi Ia memilih melepaskan seluruh hartanya dan tetap setia pada suaminya.

Ketika Suaminya, Bani Hasyim, dan umat Islam lainnya dikurung disebuah lembah sempit selama tiga tahun. Khodijah tetap tegar. Kekerasan hidup mulai menimpanya. Derasnya pengasingan pun dialaminya. Namun Khodijah tidak gentar. Khodijah tidak pernah mengeluh dan mengeluarkan kata-kata yang dapat menyakiti hati suaminya sedikit pun. Perlahan-lahan kondisi tubuhnya memburuk. Saat kondisi paling mengkhawatirkan ia dibawa pulang kerumah dan menjemput syahidnya.

Khadijah adalah gambaran muslimah yang beriman dan istri yang taat. []

Sumber: Muslimah Abad 21. Dr.Suad al Fatih al Badawi. Gema Insani : Jakarta, 1999



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

12 Inspirasi Desain Mushola Kecil di Rumah

Musala meskipun ukurannya minimalis, jika bersih dan nyaman, pasti akan membuat kita semakin khusyuk saat beribadah. Ingin menghadirkan musala di rumahmu meski hanya berukuran minimalis?

Tinggalkan Balasan