Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Ingin Jadi Ibu Profesional? Perhatikan Hal Ini

0

MENJADI ibu rumah tangga yang profesional adalah PR terbesar bagi setiap wanita dimanapun berada. Karena tak jarang, ada perempuan yang mahir dalam urusan pekerjaannya, tapi rumah tangganya tidak terawat.

Nah, wanita yang profesional dalam urusan rumah tangga tidak mudah, loh! Ada kompetensi atau kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap hawa.

Adapun lima kompetensi itu adalah sikap dan sistim nilai, pandangan terhadap peran sosial yang dimainkan, konsep diri, sifat-sifat dan yang terakhir, motivasi.

Setiap orang, dalam menjalani profesi yang dilakoninya, selalu dihadapkan kepada pilihan tindakan yang harus ia ambil. Ketepatan dalam mengambil tindakan ini akan mempengaruhi kesuksesannya diprofesi tersebut. Nah apakah tindakan itu tepat, atau tidak sangat dipengaruhi apakah ia memiliki kompetensi untuk profesi tersebut atau tidak.
Ini artinya apakah memiliki ketrampilan dan pengetahuyan yang sesuai, sikap dan nilai-nilai yang tepat, persepsi yang benar tentang peran socsal dari profesi yang ia geluti. Tidak hanya itu, konsep diri, sifat-sifat dan motivsinya pun perlu cocok dengan apa yang sedang ia hadapi itu.

Kita ambil contoh. Ketika seorang wanita baru saja menjadi ibu, ia perlu sejumlah pengetahuan seputar bayi dan menyusui. Ia perlu tahu mengapa bayi menjadi kuning dan bagaimana mengatasinya,dan sejumlah pengetahuyan lainnya. Ia juga perlu memiliki ketrampilan memandikan, mengganti popok , menyusui yang benar dan lain-lain.
Ia juga harus memiliki sikap dan nilai-nilai yang sesuai sebagai ibu yang menyusui. Ia harus mempunyai penghargaan yang tinggi terhadap ASI yang ia miliki. Ia juga harus memiliki cinta yang mendalam kepada si anak. Kalau bayi itu tidak diharapkan mana mau ia meluangkan waktu untuk menyusuinya.

Tapi bukan hanya itu, Ia pun memiliki persepsi yang benar tentang peran sebagai seorang ibu dari bayi yang baru lahir. Karena ‘Ibu dari bayi yang baru lahir’ menuntut tindakan yang berbeda dari seorang ‘ibu dari anak balita’ Ia perlu menyadari bayi lebih banyak membutuhkan sentuhan langsung dari seorang ibu. Ia juga perlu menyadari bahwa bangun tengah malam merupakan tuntutan peran yang ia mainkan saat ini. Dan masih banyak lagi tuntutan yang berkait dangan peran ibu dari seorang bayi.

Selain itu konsep diri sifat dan motivasinyapun perlu sesuai. Sebagai ibu ia harus cukup punya percaya diri untuk memandikan dan mengurusi bayi, ia pun juga dituntut memiliki sifat sabar yang lebih. Motivasinyapun harus cukup kuat untuk melihat anaknya tumbuh sehat dan kuat, sehingga ia tak perlu bersedih hati ketika tubuhnya menjadi gemuk karena harus banyak makan untuk kepentingan si bayi.

Menjadi orang yang kompeten dalam setiap profesi yang kita jalani, sebenarnya telah dituntut oleh Rasulullah SAW. Beliau telah menyatakan ini dalam sejumlah hadisnya seperti, “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan ihsan untuk setiap urusan.” juga “Sesungguhnya Allah mencintai jika seseorang beramal, ia beramal dengan itqan.” juga “Jika suatu urusan diserahkan bukan pada ahlinya nantikanlah saat kehancurannya” Ihsan dan Itqan kira-kira memiliki arti yang sama yaitu sebaik baiknya. Untuk itu jelas dibutuhkan kompetensi yang sesuai.

Tapi persoalannya, tidak ada orang yang langsung memiliki kompetensi begitu ia menerjuni suatu profesi. Benar ia telah dibekali sejumlah pengetahuan terkait dengan profesi tersebut. Iapun telah memiliki ketrampilan . Tapi ia belum tentu sepenuhnya kompeten untuk profesi tersebut.

Ada beberapa kata kunci untuk mengembangkan kompetensi ini. Belajar, Beramal, Introspeksi dan Memperbaiki Diri. Belajar untuk menambah pengetahuan . Beramal untuk mengasah ketrampilan, introspeksi untuk mengevaluasi dan mengetahui kelemahan dan kekurangan, sedang memperbaiki diri adalah langkah meningkatkan kompetensi.

Jadi apapun profesi yang anda tekuni, ibu rumah tangga, orangtua atau kaum profesional, anda memerlukan kompetensi yang tepat. []

Sumber: Ummionline.com



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline